Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Buton Meningkat
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON-Bupati, La Bakry menyebutkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara saat ini mengalami peningkatan.
Meskipun begitu, IPM Kabupaten Buton masih di bawah rata-rata Sulawesi Tenggara. Kata La Bakry pihaknya masih butuh perjungan.
"IPM kabupaten Buton naik. Memang naik sekarang. Tapi masih di bawa rata-rata Sulawesi Tenggara masi 62, kita perlu berjaung lagi," ujar dia saat mengukuhkan sejumlah anggota BPD di Desa Karya Jaya, Kecamatan Siotapina, Kamis (10/10/2019).
Menurut La Bakry, ada tiga kriteria dalam peningkatkan IPM. Yakni, Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.
Di bidang pendidikan, tahun 2019 ini, La Bakry mengupayakan pembangun Sekolah SD dan SMP yang memiliki Laboratorium dan Perpustakaan sesuai standar Nasional.
"Pendidikan sekarang mulai tahun 2019 kita upayakan kita mulai bangun SD, SMP yang standar. Ada perpustakaannya, ada laboratoriumnya kalau SMP dan seterusnya. Ada kelengkapan di sekolah itu. Jadi standar, setelah itu kita isi. Selama ini belum," ujarnya.
Nah, untuk bidang kesehatan, La Bakry menyebutkan semua fasilitas kesehatan di Buton telah dipenuhi. Mulai dari peralatan hingga tenaga medis. Bahkan ada beberapa Puskesmas telah sesuai standar.
"Kesehatan hampir semua suda. Puskesmas sudah lengkap dengan peralatan, tenaga medis. Ada beberapa ini sudah standar, sudah bisa rawat," ujarnya.
Sementara itu, di bidang ekonomi, La Bakry menyebutkan, tahun ini pihaknya sudah masuk ke program peningkatan ekonomi masyarakat yang produktif. Hal ini dilakukan melalui berbagai bantuan, ada bibit ayam, peremajaan jambu mete dan bantuan Kelapa.
"Sekarang tinggal kantongnya yang kita mau isi lagi. Mulai tahun ini kita sudah siapkan melalui bantuan dari bapak Presiden. Ayam petelur. Mestinya kita kebagian 250 ribu ekor. Tapi disini (Kecamatan Siontapina) mungkin tidak kebagian. Disini mungkin akan kebagian peremajaan jambu mete, kurang lebih 250 hektar. Nanti akan di bagi-bagi. Nanti suda ada catatannya di Dinas Pertanian. Dan kelapa, kelapa 300 hektar. Nanti mungkin satu KK itu cukup setengah hektar saja dulu. Nanti kemudian di tambah lagi," katanya.
Tidak hanya itu, di tahun yang akan datang, La Bakry berencana bakal membagikan bantuan bibit pala. (Cro2)