Berita Terkini
Buton

Dianugerahi Penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata Terbaik, Pemkab Buton Syukuran

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 21 Oktober 2019 04:16 WIB · 3 menit baca
Dianugerahi Penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata Terbaik, Pemkab Buton Syukuran

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan rapat kerja bersama kepala sekolah yang ada di Kecamatan Kapuntori, Lasalimu dan Lasalimu Selatan.

Acara ini, sekaligus dirangkaikan dengan syukuran atas perolehan anugerah Kabupaten Buton sebagai Penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata terbaik pada acara Indonesia Awards 2019 di stasiun TV iNews, Jakarta, Kamis (3/10/2019) malam lalu.

Acara raker dan syukuran ini berlangsung di pelataran Pelabuhan Desa Nambo, Kecamatan Lasalimu, Sabtu (19/11/2019) siang.

Dalam kesempatan ini, didampingi istrinya, Delia Montolalu La Bakry, Bupati Buton, La Bakry menyebutkan acara rapat kerja sekaligus syukuran ini bukan yang pertama kalinya semenjak raiahn anugrah tersebut. Syukuran ini merupakan acara yang kedua kalinya.

"Sekaligus ini saya bawa pialanya. Supaya jangan hanya saya yang terima di Jakarta tetapi kita semua bisa lihat. Bisa bebas foto-foto," ujarnya.

"Inilah yang penting untuk jadi catatan bagi kita semua. Dalam rapat kerja ini selain menyusun program dan agenda-agenda lain tetapi syukuran atas keberhasilan kita semua patut kita rayakan bersama," tambahnya.

La Bakry menjelaskan raihan anugrah Penyelenggara Festival Internasional Penunjang Pariwisata terbaik merupakan kesinambungan dari penyelenggaraaan iven festival Pesona Budaya Tua Buton. Tercatat, tahun ini merupakan iven ketujuh.

La Bakry menjelaskan penobatan anugrah tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat dalam mensuksekan iven festival tahunan Kabupaten Buton.

"Karena peran serta kita semua. Ada camat, ada kepala desa, para kepala sekolah, guru-guru terutama yang mendampingi anak-anak kita bukan baru tahun yang pertama tetapi suda tahun yang ketujuh," ujarnya.

"Ternyata tujuh kali baru boleh dikasi penghargaan. Kalau baru satu, dua kali belum. Belum yakin," sambungnya.

Menurut Bupati, tanpa ada pengorbanan dari kalangan masyarakat, camat, guru dan kepala sekolah maupun yang lainnya, Kabupaten Buton mungkin saja tidak akan mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun stakeholder lainnya.

Namun dengan iven Festival Budaya Tua Buton, daerah penghasil aspal itu bisa membuktikan bahwa Kabupaten Buton itu ada dan memiliki budaya yang layak untuk dinikmati sebagai atraksi pariwisata.

"Kata para wisatawan mancanegara yang datang dengan kapal-kapal yacht itu pa dia bilang, ini sebuah atraksi budaya the best in the planet, kata mereka. Planet, kalau planet itu ada planet Mars, ada planet Jupiter. Ada planet Merkurius. Maka menurut mereka atraksi budaya terbaik di planet Bumi. Bukan lagi dunia. Di Palnet, dan itu ada testimoninya mereka, bukan kata saya. Maka mereka kasi temanya bagus-bagus," ujarnya.

Selain itu, untuk rapat kerja Dinas Pendidikan. La Bakry mengharapkan tahun 2020 mendatang, infrastruktur pendidikan di Kabupaten Buton telah sepenuhnya dituntaskan.

Tujuannya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia dan mengembangkan sumber daya manusia masyarakat kabupaten Buton.

"Masuk tahun 2021 sekolah kita suda paripurna dari aspek infrastruktur pendidikan tinggal kita isi SDMnya. Jangan sampai kita tertinggal dari pengembangan SDM. Tidak boleh lagi ada alasan karna tidak ada infrastruktur yang tidak memadai di sekolah kita," harapnya. (Cro2)