Berita Terkini
Buton

Ditangan La Bakry, DAK Pendidikan Buton Terbanyak

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 22 Oktober 2019 02:12 WIB · 2 menit baca
Ditangan La Bakry, DAK Pendidikan Buton Terbanyak
Bupati Buton, La Bakry

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton dibawah kepemimpinan La Bakry mendapatkan anggaran di bidang pendidikan Rp 61 miliar dari Pemerintah Pusat. Rinciannya, Alokasi Khusus (DAK) Rp 52 Miliar dan Dana Insentif Daerah (DID) Rp 9 Miliar.

Bupati Buton, La Bakry menjelaskan sejumlah anggaran itu diharapkan dapat menyelesaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Buton. Apa lagi, kata dia, DAK tersebut saat ini tercatat menjadi yang terbanyak dari sebelumnya.

"DAK kita paling banyak sepanjang masa. Selama kita lewati. Berapa? 52 miliar kita dapat. Jadi ini diharapkan selesai semua. Kalau sudah Rp 52 miliar tambah lagi Rp 9 miliar dari DID sudah Rp 61 miliar. Tidak selesai lagi infrastruktur pendidikan, Roma Irama bilang, terlalu," ujar La Bakry kepada sejumlah kepala sekolah saat rapat kerja Dinas Pendidikan di Desa Nambo, Kecamatan Lasalimu baru-baru ini

"Belum pernah ada dana pendidikan selama ini yang kita punya. Oleh karena itu kita tidak boleh lagi kita alasan kita tidak punya uang," ujarnya.

Dengan banyaknya anggaran itu, La Bakry berharap, dua hingga tiga tahun kedepan tidak ada lagi masalah infrastruktur di sekolah yang ada di Kabupaten Buton. Misalnya, tidak memiliki perpustakaan dan laboratorium yang memadai, termasuk sarana prasarana sekolah. Seperti musola, air bersih, WC dan sebagainya.

"Jadi saya berharap. Tahun 2020 tuntas semua. 2020 saya tidak mau dengar lagi ada sekolah yang tidak punya perpustakaan dan tidak punya buku," ujarnya.

Selain itu, La Bakry juga berharap di tahun 2020 mendatang sekolah di Kabupaten Buton sudah harus sesuai dengan standar nasional.

"Tidak boleh lagi tidak standar. Karena orang semua sudah ke bulan. Orang terbang menerbangkan pesawat tanpa awak, bisa. Kita mengisi perpustakaan dan laboratorium saja belum bisa. Berarti kita jauh tertinggal. Ini tantangan buat kita semua. Untuk semua jajaran. Terutama kita yang di sekolah-sekolah. Tantangan kita masih terlalu banyak," harapnya. (Cro2)