Bupati Busel Ingin Pengelolaan Keuangan Transparan dan Akuntabel
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani tidak ingin prestasi WTP yang baru saja diraih belum lama ini akan menurun di tahun mendatang. Untuk itu, orang nomor satu di Busel ini berharap pengelolaan keuangan benar-benar sesuai aturan sesuai dengan dengan kriteria penilaian WTP.
Adapun kriteria penilaian WTP ada empat. Empat kriteria tersebut adalah kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.
Ia menjelaskan, sisi pencapaian dalam evaluasi pengelolaan pertanggungjawaban keuangan daerah. Tahun 2018 lalu atas kerjasama semua OPD Kabupaten Buton Selatan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit oleh BPK RI perwakilan Sulawesi Tenggara. Dimana tahun-tahun sebelumnya kita masih berkutat pada opini penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
"Tentunya ditahun mendatang, kami harapkan ke semua OPD agar dalam pengelolaan keuangan benar-benar sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku," harapnya.
Ia mengakui meskipun sudah mencapai beberapa pencapaian seperti diatas, tapi juga masih mempunyai beberapa kekurangan dan kendala. Tentunya ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kegiatan yang sudah direncanakan dapat direalisasikan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat pertanggungjawaban keuangan.
Ketua PDIP Busel ini berharap kepada ASN Busel untuk loyal kepada daerah, bekerja ekstra keras untuk mewujudkan program yang telah ditetapkan ditiap OPD. "Tapi kalau para ASN hanya datang duduk pulang bagaimana dengan daerah ini," katanya beberapa waktu lalu.
Ia berharap para ASN bekerja sesuai tupoksinya, loyal kepada daerah, profesional, kreatif dan inovatif memiliki rasa memiliki untuk membangun daerah.
"Sehingga kedepan pelaksanaan program kegiatan dan pengelolaan keuangan menjadi semakin membaik," tegasnya.
Menurutnya, telah banyak memberikan pengalaman dan bahan pelajaran serta menjadi tantangan untuk pemerintah agar lebih baik, semangat dan motivasi yang tinggi lagi ditahun 2019 ini. Dengan dilandasi komitmen untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat Buton Selatan dan kemajuan Buton Selatan.
Ia berharap predikat WTP dari BPKP RI dapat dipertahankan dan ditingkatkan ditahun mendatang. "Sebab pada dasarnya pemerintah adalah pelaksana amanah rakyat Kabupaten Buton Selatan," ujarnya.
Ia juga berjanji pertanggunjawaban dan pelaksanaan APBD dan APBD-P tahun 2019 Pemkab Busel bertekad untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, efektif dan berkelanjutan sehingga menjadi dasar kestabilan ekonomi dan alokasi anggaran pada semua sektor pembangunan agar benar-benar efektif serta mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahtraan masyarakat Busel.
H La Ode Arusani berharap Pemkab Busel ditahun-tahun mendatang akan terus berkomitmen mempertahankan predikat dari BPKP dengan penilaian WTP tersebut.
Ia juga meminta seluruh jajaranya untuk terus memaksimalkan pengelolaan keuangan daerah secara transparan, profesional, efektif dan efisien. Sehingga Kabupaten Busel kedepan semakin lebih baik lagi dengan kerja-kerja yang sudah dilakukan.
Arusani juga menginstruksikan kepada jajaran Pemkab Busel untuk bekerja keras lagi, profesional, integritas, kreatif dan inovatif dan loyal terhadap daerah. Sehingga seluruh program yang dicita-citakan yang berorientasi kesejahtraan masyarakat Busel dapat terwujud secepatnya.
Mantan anggota DPRD Busel ini menginstruksikan seluruh jajaran pemkab Busel untuk mengelola keuangan daerah secara baik transpran dan akuntabel berdasarkan peraturan perundang-undangan.
"Mudah-mudahan kita tetap pertahankan WTP ditahun-tahun mendatang. Sampai Busel sejajar dengan daerah lain. Karena Busel daerah paling bungsu di Sultra," kata Arusani.
Ia berharap mudah -mudahan Kabupaten Busel dari 17 kabupaten/kota di Sultra. Kabupaten Busel yang menjadi terbaik dan menjadi percontohan.
Dia berharap para kepala OPD bekerja sama, membangun komunikasi yang baik dengan para stafnya untuk bekerja inovasi kreatif dalam mewujudkan program pembangunan menjadi kabupaten Busel berdaya saing.
Ia berharap kepada para kepala OPD untuk loyal bekerja untuk daerah Buton Selatan. Bukan kepada pimpinan. Sehingga tidak ada imeg asal bapak senang.(aga)