Formasi CPNS Buteng: 129 Guru, 39 Kesehatan, dan 19 Teknis
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengeluarkan pengumuman formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Rabu (30/10).
Dari 187 kuota yang diberikan pemerintah pusat, Pemkab Buteng memformasinya dalam tiga kualifikasi, yakni tenaga pendidikan (guru) sebanyak 129 orang, tenaga kesehatan 39 orang, dan tenaga teknis 19 orang. Dalam pengumuman itu, disebutkan pula jumlah alokasi formasinya dan unit kerja penempatannya.
"Untuk pendaftarannya, kami diinformasikan dibuka 11 November 2019. Tetapi sampai sekarang admin kita belum bisa masuk kedalam situs pendaftaran. Sementara format pendaftaran masuk ke setiap jurusan yang dinginkan pelamar harus diinput terlebih dahulu oleh admin," ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Buteng, Samrin, dihubungi via teleponnya.
Seperti penerimaan CPNS 2018 lalu, pelamar mendaftar secara online terlebih dahulu kemudian disusul dengan pengantaran berkas langsung ke BKPSDM Kabupaten Buteng. "Kekurangan pelayanan pendaftaran tahun lalu, kita akan perbaiki tahun ini. Kita sudah punya pengalaman tahun lalu, sehingga kita harapkan tahun ini lebih sukses lagi," tutur Samrin.
Bila tahun lalu tempat pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) dipusatkan di Kota Baubau, maka tahun ini dilaksanakan di Kabupaten Buteng sendiri. "Ini kita lakukan untuk memberikan dampak perputaran ekonomi di Kabupaten Buteng. Bayangkan bila ada tujuh ribu pendaftar, tiga sampai tujuh hari tinggal di Buteng kemudian satu kali makan Rp 30 ribu, kira-kira berapa banyak uang yang beredar di Buteng," paparnya.
Terkait kesiapan komputer, Pemkab Buteng bisa meminjam komputer di masing-masing dinas atau menyewa komputer sekolah-sekolah. Kalau setiap dinas siap lima unit komputer, sudah bisa terkumpul 150 unit dari 30 dinas yang ada di Buteng. Belum lagi sekolah-sekolah. Sementara standar yang disiapkan untuk ujian CAT sebanyak 200 unit, karena ujiannya dilaksankan dua sampai tiga kali shift per hari.
"Kalau masalah jaringan kita pakai jaringan Local Areal Network (LAN) yang tidak terhubung dengan internet. Kita tidak akan pakai jaringan online, jadi tidak ada masalah. Tinggal kendala listrik saja, jangan sampai mati pada saat ujian. Tapi itu bisa kita atasi dengan menyiapkan Genset. Pemkab Buteng punya Genset sendiri," pungkas Samrin.(uzi)