Warga Kolowu Morikana Bangga Miliki Masjid
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Selama ini warga lingkungan Kolowu Morikana, Kelurahan Masiri terpencar di masjid terdekat jika menunaikan salat berjamaah di masjid. Kali ini, warga tak lagi jauh ke kampung lain untuk beribadah secara berjamaah di masjid.
Masjid dua lantai berdiri cukup megah yang didirikan sekitar sebulan dalam program TMMD 106 Kodim 1413 Buton yang dipusatkan di Batauga.
Masjid ini dibangun atas kerja sama gotong royong yang kompak antara warga Kolowu Morikana dan prajurit TMMD ke 106.
"Masjid ini kami rencanakan akan terbangun 20 tahun kedepan, namun dengan adanya berkah program TMMD ini bisa diselsaikan kurang lebih satu bulan selesai dibangun," ujar Kepala Lingkungan Kolowu Morikana La Ode Tarmin, Selasa (29/10).
Ia juga mengapresiasi kerja sama semangat gotong royong prajurit TMMD dengan warga Kolowu Morikana. Sehingga bisa membangun masjid dua lantai ini sesuai target.
Sebagian besar warga Kolowu Morikana merupakan eksodus konfik sosial Maluku 1999. Tercatat 108 Kepala Keluarga (KK) campuran warga eksodus dan lokal.
Tarmin memuji persatuan semangat gotong royong prajurit TMMD ke 106 di Kolowu Morina. Mereka sudah seperti keluarga sendiri. Hidup suka duka bersama warga.
Selama ini kata dia, citra TNI itu sangat sangar. Namun selama berada di Kolowu Morikan prajurit TMMD sangat merakyat. "Kita makan sama-sama. Kalau warga dikampung ini makan daun kelor, mereka juga makan," ujarnya.
Yang ia sukuri berkah terbangunya masjid dua lantai itu. Padahal rencana niatan awalnya masjid itu dibangun dengan dana swadaya masyarakat. Patung-patungan dana dari warga. Namun dengan adanya program TMMD ini. Ia terkagum-kagum, masjid yang direncakan dibangun 20 tahun seperti disulap satu bulan kelar.
"Ini berkah kalau kita hanya dana patung-patungan mungkin sampai anak cucu kami yang akan melanjutkan membangun masjid ini 20 tahun kedepan. Tapi ini berkah yang tak kami duga-duga. Tiba-tiba ada bantuan TMMD ini," katanya.
Tarmin meyakini pasca program TMMD ini, warganya akan merasa kehilangan keluarga besar prajurit TMMD ke 106. Sebab kebersamaan selama ini sudah lebih dari keluarga. "Kami akan merasa kehilangan sekali. Kami sudah anggap mereka lebih dari keluarga. Kita basudarah kayak sudah adik dan kakak, kayak ayah dan anak," katanya.
Ia berharap program seperti ini akan terus berlanjut di Busel. Sehingga proses percepatan pembangunan di daerah semakin maju. (aga)