Forum Jurnalis Ramah Pariwisata Ditutup

PUBLIKSATU, KENDARI - Rangkaian kegiatan Forum Jurnalis Ramah Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, sejak tanggal 11-13 November yang diadakan di Hotel Ataya Kota Kendari, hari ini resmi ditutup, Rabu (13/11) kemarin.
Kegiatan Forum Jurnalis Ramah Pariwisata ini dibentuk sebagai wadah para Jurnalis, baik Media Cetak, Media Televisi, Media Eletronik dan Media Online dalam mengangkat dan mengekspos segala potensi Pariwisata yang ada di Sultra agar dikenal di Nusantara maupun skala Internasional.
Sebelumnya, dalam sambutan Plt Kadis Pariwisata Provinsi Sultra, Dr. Ir. I Gede Panca, M.Pd mengatakan Jurnalis Ramah Pariwisata bukan hanya sekedar slogan akan tetapi lebih pada sebuah momentum serta komitmen Media sebagai bagian dari salah satu unsur Penta Helix kepariwisataan yang ada di Indonesia.
“Dimana Jurnalis Ramah Pariwisata merupakan sikap dan etika simpatik Media dalam mencermati dan membantu perkembangan Kepariwisataan di Indonesia. Serta turut terlibat dalam menjaga citra positif ke Pariwisataan yang ada di Indonesia, dimana rasa simpatik tersebut dalam rangka menulis serta mempublikasikan berita mengenai potensi Pariwisata dalam menjaga image untuk menghadirkan kunjungan wistawan pada destinasi Wisata yang ada di Indonesia khususnya di Sultra," imbuhnya.
Kata dia, adanya Forum Jurnalis Ramah Pariwisata ini sudah tentu akan memberikan edukasi yang baik untuk pengembangan Pariwista yang ada di Sultra. Nantinya akan memberikan edukasi signifikan terhadap citra pariwista Sultra yang berimbas pada minat kunjungan wisatawan, baik itu lokal maupun manca Negara.
"Saya berharap dengan adanya pembentukan Forum Jurnalis Ramah Pariwista, bisa memberikan gambaran mengenai informasi yang transparan mengenai destinasi wisata tentang edukasi serta potensi yang ada di daerah sebagai pandangan dan tolak ukur wisatawan, baik lokal maupun manca Negara dalam melakukan kunjungannya di semua potensi destinasi wisata," pungakasnya.
Sementara, dalam paparan singkatnya koordinator pelaksana yang juga kasi ESDM Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Ali Ahmadi mengatakan pihaknya memang telah mempersiapkan kegitan ini sementak beberapa bulan lalu. Namun baru sejak kali ini bisa terlaksana dengan seperti apa yang diharapkan bersama.
"Dimana pada tanggal 11 November, pembentukan Forum Jurnalis Ramah Pariwisata dan pada tanggal 12 November paparan singkat dari Narasumber Asita dan pelaku usaha wisata dalam pengembangan sumber daya alam yang ada di Sultra. Praktisi Pariwisata Indonesia dalam memberikan materi serta searing dalam memperdayakan Jurnalis yang ada di Sultra, mengolah pengembangan potensi Destinasi Wisata," ringkasnya.
Ditempat yang berbeda Sekjen DPP Asita
Dr Titus Indrajaya SE, MM untuk membawa materi mengatakan Asita dapat berperan dalam pencitraan dan membangun komitmen kerjasama pentahelix dalam kepariwisataan Indonesia.
"Asita usaha merupakan Biro perjalanan Wisata (BPW) atau usaha penyediaan jasa perencanaan penyelenggaraan Pariwisata termaksud penyelenggaraan perjalanan ibadah. Dimana Asita berperan sebagai agen perjalanan wisata, dimana merupakan usaha jasa pemesanan sarana seperti pemesanan tiket dan pemesanan akomodasi serta pengurusan dokumen perjalanan Pariwisata yang ada Indonesia," imbuhnya.
Karena lanjut Titus, Indonesia merupakan salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi oleh semua wisatawan. Dimana Indonesia merupakan urutan ke 10, dimana menurut data pecer urutan ke tahun 2025 aka digenjot ke urutan ke 4 empat Destinasi Pariwisata.
"Dimana harus ada Fasilitas pendukung, SDM yang terlibat didalam Pariwisata, sertifikasi verifikasi Kopetensi, infrastruktur, kearifan lokal, Hotel (Mais), biro perjalanan wisata, Destinasi wisata alam, buatan," jelasnya.
Oleh sebab itu sambung Titus, potensi destinasi Pariwisata bisa ditunjang dengan cara diekspos sehingga dapat diketahui oleh seluruh masyarakat yang ada di Nusantara maupun manca Negara. Sehingga peran media betul-betul diharapkan sebagai corong informasi yang dapat dipercaya dalam memaparkan seluruh potensi Pariwisata khususnya yang ada di Sulawesi Tenggara.
Ditempat yang berbeda, salah seorang Praktisi Pariwisata Etrwan Maulana mengatakan, pengembangan pariwista di Sulawesi Tenggara dengan metode Penta Helix, karena didalam Penta Helix terdapat lima unsur didalamnya yang harus berkolaborasi demi pengembangan potensi Pariwisata.
"Dalam Penta Helix terdapat lima unsur yakni pengampu kebijakan (Pemerintah Daerah), Praktisi Pariwisata, Biro Perjalanan Wisata, Akademisi dan Media. Dimana kelima unsur ini harus bekersama dan berkolaborasi dalam peningkatan serta pengembangan potensi wisata yang ada didaerah masing-masing," ulasnya.
Apalagi, tambah Erwan peran media sangat diperlukan dalam hal edukasi dan serta sosialisai dalam rangka pengembangan destinasi wisata. Karena peran media sebagai corong yang handal dalam memberikan narasi inspiratif serta informasi mengenai pengembangan potensi Pariwisata yang ada disuatu daerah terhadap seluruh masyarakat yang ada di Indonesia maupun Manca Negara. (m1)