Berita Terkini
Sultra

Bupati Kolaka Jawab Pernyataan Rektor USN Soal Jalan di Popalia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 19 November 2019 15:10 WIB · 3 menit baca
Bupati Kolaka Jawab Pernyataan Rektor USN Soal Jalan di Popalia
Bupati Kolaka, Ahmad Safei

PUBLIKSATU, KOLAKA - Bupati Kolaka Ahmad Safei sangat menyayangkan pelibatan mahasiswa dalam urusan pengaspalan jalan di desa Popalia, Kecamatan Tanggetada.

Safei menegaskan, mahasiswa bayar uang kuliah untuk belajar bukan untuk mengurusi jalan di kampus mereka.

Penegasan tersebut dikemukakan Safei guna menanggapi pernyataan Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Azhari terkait pengaspalan jalan di desa Popalia di sekitar kampus baru USN.

"Saya sangat sedih dengan melibatkan adik-adik mahasiswa. Mereka itu bayar uang kuliah untuk belajar, bukan urus jalan. Kalau jalan itu urusan kecil untuk saya. Suruh rektornya menghadap saya kerjakan itu. Selesai," tegas Safei saat ditemui di RSBG Kolaka, Senin (18/11).

Dikatakan Safei pengaspalan jalan di Desa Popalia merupakan hal penting, seperti halnya warga di wilayah lain juga mengharapkan hal yang sama. Meski demikian ada skala prioritas dalam mengeksekusinya.

"Kita bekerja dengan program saya kira semua jelas target kita dua kilometer per (kecamatan) per tahun. Tahun 2016 dan 2018 kan ada diaspal disana 1 kilometer. Persoalannya bukan hanya Popalia ada yang lain juga," tambahnya.

Menurut Safei semua hal bisa dibicarakan baik-baik, hanya saja komunikasi tidak pernah dibangun oleh pihak kampus.

"Dia bilang sudah pernah usul, saya ini bupati. Kapan dia datang, jangan pelihara kesombongan. Kita selama 6 tahun disini satu kali pun (Azhari) tidak pernah ikut acara nasional, di DPRD juga saya tidak pernah lihat. Bagaimana mau mengusul. Jangan pelihara kesombongan," sindirnya.

Khusus Kecamatan Tanggetada Safei mengisahkan, beberapa tahun lalu Pemda Kolaka terpaksa menutup akses jalan menuju Desa Pitudua, Poiso Jaya, Lamoiko, Pundaipa dan Desa Tetinggo.

Penutupan itu kata Safei terpaksa dilakukan untuk kepentingan perluasan Bandara Sangia Nibandera.

Konsekwensi penutupan akses jalan desa itu kemudian menimbulkan kewajiban baru bagi Pemda Kolaka untuk membuat jalan pengganti bagi warga di lima desa tersebut.

"Itu kewajiban kita sebagai pemerintah untuk mengganti dan itu juga masuk program prioritas bagi kami. Ada lima desa disitu," katanya.

"Jangan pikiran dibawa kemana-mana. Ini susahnya kalau birokrasi larinya ke politik, kita tidak main politik kok. Justru siapa yang main politik," tambahnya.

Terkait pernyataan Rektor USN yang menyatakan kesiapan untuk membangun jalan jika Pemda tidak mampu membiayainya, Safei justru mengaku sangat senang.

"Silahkan bangun saya bikinkan surat (rekomendasi) tapi ingat jangan tarik kata-katanya itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, polemik pengaspalan jalan di Desa Popalia, Kecamatan Tanggetada kembali memanas setelah Rektor USN Kolaka Azhari melansir pernyataanya di dinding facebooknya beberapa waktu lalu.

Dalam statusnya itu Azhari mempertanyakan itikad Pemda Kolaka menyelesaikan pengaspalan jalan yang merupakan akses utama menuju kampus baru USN.

Beberapa hari kemudian puluhan mahasiswa melakukan aksi di kantor Bupati Kolaka menuntut kejelasan status jalan di sekitar kampus mereka.(m6)