Antam UBPN Sultra Kucurkan Dana Kemitraan Rp 2 Miliar Kepada 44 Mitra Binaan
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA - PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara kembali menyalurkan dana bantuan Program Kemitraan kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah.
Kali ini bantuan dana program kemitraan diberikan kepada 44 pengusaha mitra binaan Antam sebesar Rp 2 miliar.
Penyerahan dana kemitraan kepada 44 pengusaha mitra binaan dilaksanakan di gedung pertemuan Pondok Huko-Huko, kompleks PT Antam UBPN Sultra di Pomalaa, pada Rabu (4/12).
Penyerahan dana dilakukan secara simbolis masing-masing oleh Vice President HC & CSR Antam UBPN Kamsi, Vice President Finance UBPN Hamdan, dan pejabat Antam lainnya, langsung kepada para penerima bantuan.
"Baru saja kita menyerahkan dana bantuan kemitraan kepada 44 pengusaha yang merupakan mitra kita. Seluruh penerima berasal dari dua wilayah kerja kita, Kolaka dan Konawe Utara," kata VP Finance Antam UBPN Hamdan yang ditemui usai kegiatan penyerahan.
Dikatakan Hamdan, seluruh penerima dana bantuan kemitraan adalah pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang telah memiliki usaha.
Hamdan berharap, setelah menerima bantuan dana semua mitra dapat mengembangkan bisnis mereka, dan tumbuh menjadi usaha besar dan mandiri di kemudian hari.
"Ini adalah program bantuan dana bergulir bagi mereka yang telah memiliki usaha lebih dari satu tahun. Untuk bisa mendapatkan dana bantuan kemitraan harus melalui proses seleksi, dan yang memenuhi syarat saja yang akhirnya mendapatkannya," tambah Hamdan.
Ramsah, warga kelurahan Watuliandu, kecamatan Kolaka adalah satu dari 44 pengusaha yang kali ini menerima dana bantuan kemitraan.
Perajin kue tradisional "bagea" dan "baruassa" merek MORINI tersebut menerima dana bantuan dari program kemitraan Antam sebesar Rp 30 juta.
Bantuan tersebut adalah yang kedua kalinya diterima oleh Ramsah, setelah melunasi pinjaman pertama yang diperolehnya tahun 2015 lalu.
Dengan dana Rp 30 juta yang kembali diterimanya saat ini Ramsah memastikan penggunaannnya untuk mengembangkan usaha kue, sekaligus melakukan diversifikasi usaha.
"Berkat bantuan pertama usaha saya maju dan berkembang. Sekarang ada beberapa usaha. Setelah dapat dana lagi saya akan mengolah bijih mete untuk dijual ke toko-toko," katanya.
Pengusaha kecil lainnya yang kali ini menerima dana kemitraan adalah Mardin, warga desa Awila, kecamatan Molawe, kabupaten Konawe Utara.
Mardin adalah pemilik usaha penjualan Sembako yang kini mulai merambah usaha bengkel dan penjualan spare part sepeda motor.
Pada tahun 2016 Mardin pernah menerima dana bantuan kemitraan dari PT Antam sebesar Rp 15 juta, yang dipakai untuk berbisnis penjualan Sembako.
Setelah menyelesaikan angsuran pinjamannya tepat waktu, kini Mardin kembali mendapatkan dana Rp 30 juta yang akan dipakai untuk mengembangkan usaha perbengkelan.
"Susah untuk dikatakan lagi bagaimana, pokoknya luar biasa. Kita pengusaha kecil ini merasa sangat terbantu oleh Antam," kata Mardin. (m6)