Sampuabalo dan Gunung Jaya Berdamai

PUBLIKSATU, BUTON - Warga desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton sepakat berdamia, Kamis (12/12/2019).
Gubernur Ali Mazi menjelaskan dengan adanya perdamaian ini, ia mengharapkan kedua desa itu dapat bekerja bersama membangun daerah. Sebab, menurutnya kedua desa tersebut memiliki kekayaan alam yang begitu subur.
"Harapan saya, ini dua desa inikan desa yang sangat luar bisa suburnya. Didarat punya kekayaan alam yang subur demikian juga di laut banyak masalah perikanan. Saya kira dengan adanya perdamaian hari ini marilah kita bekerja untuk membangun daerah ini," ujar dia kepada sejumlah wartawan usai menyaksiakan aksi demai kedua desa terlibat bentrok di desa Gunung Jaya, Kamis (12/12/2109).
Tidak hanya, itu ia mengharapkan masyarakat kedua desa itu juga dapat memanfaatkan sebaik mungkin dan menjaga bantuan yang telah di berikan oleh pemerintah.
"Kemudian pertumbuhan ekonomi di dua desa akan semakin maju, pengangguran, kemiskinan akan teratasi," ujarnya.
Ia meyakini masyarakat Gunung Jaya dan Sampuabalo merupakan pekerja. Dimata Ali Mazi mereka adalah generasi tangguh dalam menghadapi kehidupan. Olehnya, itu dengan deklarasi ini juga diharapkan peristiwa sebelumnya tidak terjadi lagi.
"Saya yakin, karena apa? Masyarakat Sampuabalo dan Gunung jaya ini adalah masyarakat yang berbudaya kita masyrakat kabupaten Buton dan pemerintah Sulawesi Tenggara ini kita menganut budaya, kita punya adat istiadat, bagaimana hormat menghormati dan harga menghargai sesama dan insyaallah mereka bersepakat akan segera membangun daerah ini," ujarnya.
Untuk diketahui, deklarasi damai ini disaksikan langsung oleh Bupati Buton, La Bakry, Danrem, 143 /HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto S.E, M.M, Dandim, Letkol Inf Arif Kurniawan.SE, M.Ipol, Kapolres Buton, Kapolres Buton, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga , Kajari Buton, Wiranto serta sejumlah pejabat lainya.
Berikut petikan deklarasi damai kedua desa yang dihimpun publiksatu.co.
Naskah perdamaian antara Desa Gunung Jaya dan desa sampuabalo dibacakan bersama oleh seluruh masyarakat
Pertama kami masyarakat desa sampuabalo dan masyarakat desa Gunung Jaya bersepakat untuk damai.
Kedua kami siap menjaga dan membangun ketentraman dan ketertiban lingkungan secara terus-menerus demi kelangsungan hidup bersama dalam terlaksananya bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Tiga, tragedi yang menimpa Desa Gunung Jaya akibat persoalan intoleransi kami jadikan sebagai sejarah pengalaman pahit untuk tidak terulang kembali mulai saat ini sampai anak cucu kami secara turun temurun dalam rangka menjaga harmonisasi ketertiban dan ketentraman dalam tatalaksana bermasyarakat berbangsa dan bernegara kami kedepankan pendekatan penanganan persoalan melalui Pemerintah desa dan tokoh adat sebelum ke ranah hukum yang berlaku.
Bila tidak teratasi setiap persoalan pribadi Kami akan Selesaikan secara pribadi tidak dibenarkan melibatkan isu kelompok suara maupun membawa nama desa.
Keenam, kami tunduk dan patuh pada aspirasi yang dibuat masing-masing Desa baik aspirasi dari masyarakat desa Gunung Jaya maupun aspirasi dari masyarakat desa sampuabalo ia menjadi satu kesatuan Tak Terpisahkan dengan naskah perdamaian demikian naskah penamaan ini dibuat untuk dijadikan pegangan sebagaimana mestinya ditandatangani di Gunung Jaya 12 September 12 Desember deklarator Desa Gunung Jaya, Tono deklarator Desa sampuabalo, Faisal disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Bupati Buton La Bakry. (Cro2)