Pesta Demografi Ketujuh, BPS Buton Harapkan Masyarakat Jujur Isi Data
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON-Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan sensus penduduk 2020 secarah serentak diseluruh Indonesia. Sensus ini tidak terkecuali di wilayah kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton, yakni kabupaten Buton, Buton Selatan dan Buton Tengah.
Rencananya pesta demografi ketujuh ini akan dilaksanakan akan dimulai Februari sampai Maret 2020 mendatang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton, La Ode Haris Sumba menjelaskan pelaksanaan sensus penduduk akan dilaksanakan dua tahap. Tahap awal secara online dan tahap dua secara manual.
"Sensus penduduk akan dilaksanakan dua tahap," ujar dia saat dijumpai publiksatu.co diruang kerjanya belum lama ini.
Ia menjelaskan pelaksanaan sensus online itu masyarakat akan berperan aktif mengisi sendiri data pribadi. Pada tahap ini, masyarakat diharapkan mengisi formulir elektronik melalui https://sensus.bps.go.id.
Setelah tahap itu selesai, penduduk yang belum berpartisipasi pada Sensus Penduduk Online akan dicacah pada Juli 2020.
"Tahap pertama itu namanya sensus online. Dimana sensus online, rumah tangga itu sendiri atau kepala keluarga itu sendiri atau anggota rumah tangga itu sendiri yang akan mengupdate data pribadinya lewat sensus. bps.go.id nanti dari situ akan muncul permintaan nomor NIK dan nomor KK," ujarnya.
"Tentu saja yang menggunakan HP Android. Tentu saja tidak semua masyarakat punya itu. Yang punya itu belum tentu dia mau membantu mengapdate dirinya sendiri. Yang tidak sempat mendaftarkan secara online. Mengupdate secara online rumah tangga nanti kami pada bulan Juli kami akan mendatangi dari rumah kerumah,"imbuhnya.
Tidak hanya itu, kata dia BPS dalam melakukan pendataan akan menggukanan data dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai basis data dasar.
"Diamana Dukcapil masing-masing daerah telah melaporkan di ditejen dukcapil pusat. Dan kami BPS pusat mengambil data itu kemudian kembali di kirim kepada kami. Kami dasarnya itu," ujarnya.
Ia menjelaskan hasil dari sensus ini nantinya akan kembali kepad masyarakat terutama kepada daerah untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
"Bagaimana mungkin kita bisa membangun sekolah, rumah sakit atau apa kalau informasi data penduduk disuatu daerah itu belum ada umpanya," katanya.
"Termasuk segala bantuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat mendasar dari data penduduk itu nanti," tambahnya.
Menurutnya, alangkah meruginya masyarakat jika tidak memberikan data yang benar dalam mensukseskan sensus yang dilakukan tiap sepuluh tahun sekali ini.
Olehnya itu, ia mengharapakan kerja sama pemerintah, baik daerah, kecamatan maupun desa dan kelurahan.
Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan "Banyak informasi sekitar puluhan karateristik yang akan ditanyakan dirumah itu. Kami harap kejujuruan untuk mengisi itu. Semua kondisi rumah akan ditanya, bagaimana kondisi rumah?, dindingnya?, lantainta?, airnya?, penerangannya?, WC? Akan ditanya seperti itu," ujarnya
"Selain itu, perumahan data perumahan juga akan ditanya tentang anggota rumah tangga itu, mereka pekerjaannya apa?, sekolahnya apa?, status perkawinannya gimana?, bagaimana kehidupan agamanya?, bagaimana kehidupan sosialnya bergotong royong?, juga ada ditanyak kepemilikan barang-barang mewah," sambungnya.(Cro2)