Terkait "Perseteruan" Pemda dan USN Kolaka, Wagub Sultra Sarankan Perbaiki Koordinasi
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA - Polemik berkepanjangan antara Pemda Kolaka dan kampus Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka ternyata turut diamati oleh Pemprov Sultra.
Menyikapi permasalahan tersebut, Wakil Gubernur Lukman Abunawas menyarankan kedua institusi bersatu, dan bergandengan tangan guna menghindari ekses buruk.
"Ini saya kira hanya persoalan membangun koordinasi dan sinkronisasi antara Pemda dengan USN. Kami mengharapkan Pemda dan USN bergandengan tangan. Perbaiki Koordinasi. Saling mendukung," kata Wagub usai menghadiri wisuda VIII USN Kolaka di salah satu hotel di Kolaka, Senin (16/13).
Dalam polemik USN dan Pemda Kolaka pemerintah provinsi kata Lukman Abunawas, berdiri di tengah-tengah. Tidak akan memihak salah satu pihak.
"Sebagai pembina dan koordinator pembangunan dan kemasyarakatan saya tidak bisa katakan siapa salah siapa benar. Saran saya saling pengertian sajalah. Aktivitas USN didukung Pemda, sebaliknya juga begitu. USN hadir karena suport Pemda juga. Dan Pemda harus menyadari bahwa sebagian besar mahasiswa adalah masyarakat Kolaka," tegas Lukman.
Hubungan antara Pemda Kolaka dengan kampus USN Kolaka memanas. Itu dipicu kondisi jalan di Desa Popalia, kecamatan Tanggetada yang hingga kini tak kunjung di aspal oleh Pemda Kolaka.
Situasi memanas setelah Rektor USN Azhari menyindir Bupati Ahmad Safei. Sindiran tersebut kembali dibalas bupati melalui pemberitaan media.
Untuk diketahui, jalan di desa Popalia yang terhubung dengan desa Anaiwoi merupakan akses utama menuju kampus baru USN di kecamatan Tanggetada.
Jalan yang berlumpur saat musim penghujan, dan berdebu saat kemarau, menjadi keluhan utama mahasiswa dan karyawan USN sejak lama.
Akibat kondisi jalan yang buruk, mahasiswa USN beberapa kali menyatakan protes melalui aksi unjuk rasa di DPRD dan kantor bupati.(m6)