Berita Terkini
Buton

Antara Dugaan Mark Up dan Minyak Tanah Pengisi Bahan Bakar Mobil Damkar Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 24 Desember 2019 18:29 WIB · 2 menit baca
Antara Dugaan Mark Up dan Minyak Tanah Pengisi Bahan Bakar Mobil Damkar Buton
Ilustrasi mobil Damkar

PUBLIKSATU, BUTON-Sebuah Mobil Pemadam Kebakaran di Kabupaten Buton akhir-akhir ini menyita perhatian Publik. Pasalnya mobil baru dibeli itu saat melewati tanjakan tak mampu untuk mendaki. Padahal, jalan di Kabupaten Buton tak jarang memiliki pendakian.

Hal ini membuat fungsi mobil tersebut tak efisien dan efektif sangat menangani darurat kebakaran.

Barangkat dari itu, banyak orang menduga ada yang tidak beres dengan mobil tersebut. Diduga kendaraan tersebut merupakan mobil bekas.

Saat ditilik, pengadaan mobil itu diangarkan Rp 1,4 miliar, angka fantasi yang berbanding terbalik dengan kualitas barang. Saat ditelusuri, dari total anggaran tersebut, hanya terpakai Rp 900 juta saja untuk membeli kendaraan Damkar itu.

Pengadaan kendaraan itu terjadi pada masa kepemimpinan Safaruddin di Dinas Pemadam Kabakaran Buton. Safaruddin saat ini menjabat Kapala Dinas Perdagangan.

Menanggapi polemik ini, Safaruddin mangaku pengadaan mobil Damkar tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan lelang ULP.

Kendati demikian ia mengakui pengadaan mobil itu senilai Rp 1.4 miliar. Dari jumlah itu terpakai Rp 900 juta untuk pembelian mobil.

Nah, selisih dari dana itu, kata dia digunakan untuk biaya peningkatan sumber daya manusia aparatur sipil negara di dinas pemadam kebakaran kala itu.

Sementara itu, ditempat yang sama, Superviser kalla toyota, Karim membantah jika mobil yang dijualnya merupakan barang bekas."Kami tidak menjual barang bekas, kalaupun ada karat semua mobil baru pasti ada karatnya walaupun sedikit apalagi mobil itu keluaran 2016 lalu,"ujar dia saat diskusi bersama sejumlah ormas di kantor Bupati Buton, Senin (23/12/2019).

Kata dia, mobil tersebut sebelumnya pihaknya telah melakukan perbaikan akibat kerusakan. Pada saat itu, bahan bakar mobil tersebut berbau minyak tanah. Menurutnya, hal itu lah menjadi penyebab rusaknya mobil tersebut. (Cro2)