Berita Terkini
Buton

KPU Buton Beri Penghargaan Wilayah Partisipasi Pemilih Tinggi Pemilu Serentak 2019

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 26 Desember 2019 22:02 WIB · 2 menit baca
KPU Buton Beri Penghargaan Wilayah Partisipasi Pemilih Tinggi Pemilu Serentak 2019
Ilustrasi

PUBLIKSATU, BUTON-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buton memberikan penghargaan kepada lima desa dan tiga Kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi pemilih tertinggi pada pemilu serentak 2019 beberapa waktu lalu.

Kelima desa itu, yakni Kaongke-ongkea dengan tingkat persipasi pemilih 94,10 persen. Wangu-wangu, 92, 24 persen. Wambulu, 92, 16 persen. Wakuli, 91,06 persen dan desa Siomanuru, 90,02 persen.

Sedangkan tiga Kecamatan tersebut yaitu, Wabula dengan rata-rata pertisipasi pemilih 82,91 persen. Lasalimu, 82, 57 persen dan Wolowa, 82,44 persen.

"Ada lima desa kemarin dengan parti sipasinya tertinggi yang kami berikan piagam penghargaan. Terus ada tiga kecamatan yang partisipasi tertinggi kita berikan penghargaan," ujar Ketua KPU Buton, Burhan saat ditemui publiksatu.co diruang kerjanya belum lama ini.

Lanjut, Burhan menjelaskan dalam pertisipasi pemilih tertinggi kali ini, Siomanuru merupakan desa pemlndatang baru. Ia tercatat sebagai desa pertama dan satu-satunya selama tiga kali penyelenggaraan pemilu terakhir mendapatkan penghargaan di kecamatan Lasalimu Seletan.

Biasanya, kata dia langganan menerima penghargaan partisipasi pemilih berasal dari Kecamatan Kapuntori, Pasarwajo, Lasalimu, Wabula maupun Wolowa.

Tidak hanya itu, Burhan menjelaskan tujuan pemberian penghargaan itu untuk menambah daftar koleksi desa maupun kecamatan "Siapa tau desa itu terpilih untuk mewakili kabupaten mengikuti ajang nasional," ujarnya.

"Biasanya setiap desa mewakili kecamatan atau mewakili desa itukan salah satu indikatornya dia menerimah penghargaan dari mana saja dan lembaga apa saja yang memberikan," imbuhnya.

Burhan berharap penghargaan itu nantinya dapat mendongkrak partisipasi pemilih di Kabupaten Buton. Ia menyebutkan partisipasi pemilih di kabupaten Buton saat ini 79 persen. Tiga persen di bawah standar nasional, 82 persen. Meski begitu, angka itu telah melebihi ambang batas minimal.

"Yang jelas kita sudah melewati ambang batas minimal. Hanya kalau kita lihat peningkatan parti sipasinya kita lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain," ujarnya.

Menurut Burhan di Pemilu serentak 2019 ini, ada banyak kendala yang dialami pihaknya dalam meningkat partisipasi pemilih. Terberat kata dia pemilih yang tidak berada ditempat. Tercatat ada 13 persen dari keseluruhan wajib pilih yang tidak berada di tempat.

Kendalanya banyak. Hal yang paling berat di kita itu adalah pemilih yang tidak ada ditempat. Pemilih yang tidak ada ditempat itukan hampir 13 persen.

"Yang membuat kita partisipasi pemilih kita juga rendah mereka juga tidak mengurus pindah memilih. Misalkan hari H itu. Dan itu mempengaruhi," ujarnya. (Cro2)