Berita Terkini
Buton

Target Tuan Rumah Porprov 2022, La Bakry Andalkan Zainuddin Napa

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 8 Januari 2020 01:32 WIB · 3 menit baca
Target Tuan Rumah Porprov 2022, La Bakry Andalkan Zainuddin Napa
ILUSTRASI: Bupati Buton, La Bakry melepas kontingen atlet ke Porprov 2018 di Kolaka

PUBLIKSATU, BUTON - Bupati La Bakry baru saja mengganti sejumlah pucuk pimpinan dinas di lingkup pemerintah Kabupaten Buton. Pergantian ini juga menyasar satuan organisasi Kepemudaan dan olahraga.

Abdul Zainuddin Napa resmi menjabat di dinas itu menggantikan Alimani setelah sebelumnya menjabat kepala dinas Pariwisata. Alimani kemudian dipercayakan menjadi Asisten Pemerintahan dan Rakyat Sekretariat Daerah

Dalam kesempatannya, La Bakry menjelaskan pergantian Kepala Dinas Pemudah dan Olahraga sangat penting dilakukan. Hal itu, dilakukan dalam rangka mempersiapkan kabupaten Buton sebagai tuan rumah pekan olahraga provinsi 2022 mendatang.

"Ada beberapa unit seperti Dinas pemudah olah raga itu penting sekali dilakukan penataan disana saya butuh orang-orang energik. Orang-orang yang bisa bekerja 24 jam," ujar dia saat melantik dan mengambil sumpah jabatan eselon II, III dan IV di aula kantor Bupati Buton Lantai 2, Kompleks perkantoran pemkab Buton, Senin (6/1/2020).

"Bersama kepala dinasnya. Karena insyaallah saya yakin pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, KONI Provinsi Sulawesi Tenggara akan mempercayakan kabupaten Buton sebagai tuan rumah 2020," imbuhanya sembari disambut tepuk tangan oleh sejumlah pejabat yang dilantik.

Bupati mejelaskan belum ada kepastian Buton menjadi tuan rumah, hanya bermodalkan keyakinan dan harapan. Meski begitu, Ia menilik saat ini hanya ada dua daerah yang tengah memperebutkan tuan rumah itu, Kota Baubau dan Kabupaten Buton.

"Belum ada. Hanya keyakinan. Keyakinankan boleh. Kita berharap, Karena hanya dua daerah yang lagi berebut. Kota Baubau dan Kabupaten Buton. Kalau Muna dia suda menyadari bahwa dia baru beberapa waktu yang lalu. Muna jadi tuan rumah. Tidak mungkin di ulangi," ujarnya

"Buton belum pernah. Pernah ada tapi lama sekali dan posisinya di Baubau waktu itu sebagai ibu kota Kabupten Buton. Nah, Pasarwajo sebagai ibu kota Kabupaten Buton kita berharap akan di pilih oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Gubernur dan ketua KONI Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kita menjadi tuan rumah pada 2022 yang akan datang," sambungnya.

Dalam rangka persiapan tuan rumah itu, La Bakry juga mengoper sejumlah tenaga potensial untuk mendapingi Kadis Abdul Zainuddin Napa untuk bekerja keras menuntasakan infrastruktur olahraga. Pasalnya, kata dia belakangan tim KONI Provinsi telah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Buton.

"Oleh karena itu dengan pertimbangan-pertimbangan mengoper tenaga-tenaga potensial mendampingi kepala dinas. Setelah ini kerja keras menyiapkan, meyakinkan lagi. Kerana kemarin tim suda datang dari KONI Provinsi. Surat saya suda layangkan," ujarnya.

"Di KONI dan di Pak Gubernur tentang kesiapan kita. Kita punya infrastruktur tinggal di poles tambah sedikit lagi. Minus stadion, saya suda ajukan kepada Gubernur. Gor saya suda ajukan ke Kementrian. Nah, ini tinggal kepala Dinas Pemudah dan Olahraga ahli lobi dia yang baru, Pak Udin," imbuhnya.

Dimata La Bakry, Zainuddin memiliki sejumlah prestasi. Ia lantas mencotohkan dinas yang pariwisata yang baru saja di tinggalkannya. "Dulu dinas Pariwisa itu dinas pilihan dan tidak ada. Dipoles oleh beliau. Saya bukan mau mempromosikan tapi sekedar bahwa itu itulah kita mau bekerja untuk daerah," ujarnya.

Menurut La Bakry, meskipun dinas kecil bila dikelola orang yang tepat maka instansi tersebut akan menjadi besar. "Yang tempat tidak ada apa-apapun apabila kita punya niat ada sesuatu. Dia bisa dorong," ujarnya.

Lanjut, kata dia, di Bidang Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Buton bisa mendapatkan award dan pengakuan. baik, sakala nasional maupun internasional dikarenakan adanya terobosan positif yang dilakukan Abdul Zainuddin Napa.

"Kita bisa dapat award. Penghargaan dimana-mana, pengakauan nasional, maupun internasional karna ada kegiatan-kegiatan positif," katanya

"Saya ingin semua metodenya seperti itu. Dibidangnya bisa semua. Nah ini, kita coba di dinas pemuda dan olahraga tentu tidak menyecilkan yang lain. Artinya saling suport saling dukung," tambahnya. (Cro2)