Kembangkan Perusda, Pemkab Buton dan Penajam Paser Utara Segera MoU
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON-Pemerintah Kabupaten Buton dibawah kepemimpinan La Bakry dikabarkan dalam waktu dekat akan segera melakukan memorandum of understanding (MoU) bersama Pemkab Penajam Paser Utara.
Nota kesepahaman itu dilakukan untuk memajukan Badan Usaha Milik Daerah, PD Mainawa.
"Saya masi menunggu lagi ini perusda. Perusda ini, saya itu dengan Bupati Penajam Paser Utara, dimana ditempatkan ibu kota Republik Indonesia meminta untuk segera menemandatangani MoU," ujar La Bakry saat melantik dan mengambil sumpah jabatan eselon II, III dan IV beberapa waktu lalu.
"Saya waktu munas Golkar kemarin di Jakarta, Direktur perusdanya itu terbang dari sana hanya untuk ketemu saya. Meminta, pak sebelum 2020 kita MoU dulu antara perusda, nanti 2020 awal kita nanti MoU Bupati dengan Bupati," imbuhnya.
La Bakry menjelaskan dengan adanya rencana kerjasama itu, peluang untuk Kabupaten Buton sangat terbuka. Pasalnya, pembangunan jalan di daerah Kalimantan itu telah mendapatkan instruksi untuk menggunakan aspal Buton.
"Untuk apa? peluang terbuka untuk kita karena aspal disana itu suda diperintahkan menggunakan aspal Buton. Dan ada seribu kilo meter di sana," ujarnya.
Lanjut, berbekal MoU itu, Bupati membayangkan andaikan pengelola perusahaan daerah lebih serius dalam bekerja dan saling menopang, La Bakry yakin Pendapatan Asli daerah Kabupaten Buton akan lebih meningkat.
"Bayangkan kalau perusda lebih serius bekerja, bahu membahu pasti daerah kita akan meningkat sehingga kita punya ruang melakukan pembiayaan-pembiyayaan terhadap kebutuhan daerah yang sama-sama kita cintai ini," ujarnya.
Selain itu, La Bakry juga mengaku dirinya belakangan mendapatkan permintaan pihak investor akan melakukan investasi di perusahaan daerah. Nilai invesnya pun terbilang tinggi, 100 juta Dolar.
"Saya juga kemarin suda diminta, suda di SMS lagi. Pak ini suda asal perusda dapat IUP kita suda akan di bantu modal dari perusda itu kurang lebih 100 juta dollar untuk bangun aspal. Pabrik aspal. Kita diharap untuk mensuplai," katanya.
Sayangnya, kata La Bakry meskipun dirinya telah lama menunggu, perusda tidak hadir untuk itu. Olehnya itu, Bupati mengharapkan apa yang menjadi kendala perusda segera dilaporkan kepada dewan pengawas untuk segera di tuntaskan.
"Tapi mana Perusdanya. Suda lama saya tunggu. Coba lapor di pak sekda untuk segera di tuntaskan. Sekda sebagai pengawas. Segera," tegasnya.
Tidak hanya itu, La Bakry juga mengaku gencar menyuarakan perusahaan daerah kepada pemerintah. Baik di tingkat presiden maupun Gubernur. Hal itu telah medapat persetujuan. Hanya saja, lagi-lagi tidak ada kehadarin perusahaan daerah.
La Bakry bilang andaikan dirinya diperbolehkan merangkap sebagai Direktur di perusahaan itu, maka ia akan melakukannya, untuk kemajuan daerah. Hanya saja undang-undang melarang itu.
"Saya sudah bicara dengan presiden, bicara dengan Gubernur. Sudah di oke kan. Tinggal mana ini, cuma saya tidak bisa, kalau saya bisa jadi Direktur merangkap, saya akan rangkap aja sekalian. Tapi tidak boleh. Undang-undang tidak membolehkan," tegasnya.
Olehnya itu, Bupati menantang semua perangkatnya maupun masyarakat untuk bahu mambahu membantuk perusahaan daerah agar dapat memberika kontribusi kepada daerah.
"Saya menantang kita semua, bantu Pak sekda bantu yang lain supaya perusda kita ini akan menjadi lumbung penerimaan pendapatan asli daerah dengan pengolaan aspal ini itu jauh lebih besar dari pada yang kita bayangkan," ujarnya.
"Saya tetap dorong perusda. Karena kenapa, karena itu mewakili kita semua. Mewakili jajaran pemerintahan, mewakili masyarakat kabupaten Buton untuk apa mendapatkan sesuatu yang lebih dari kekayaan alam yang kita miliki. Supaya kita tidak lagi masuk daerah yang kapasitas fiskalnya rendah. Kita punya kemampuan pengembangan pembangunan terseo-seo sangat tergantung dari pada dana transfer dan sumber-sumber lain," imbuhnya.
Selain itu, La Bakry juga berharap kepala bagian ekonomi untuk segera melakukan langkah-langkah percepatan untuk menuntaskan kendala ditubuh perusda tersebut.
"Oleh karena itu, kepala bagian ekonomi yang baru saya sangat berharap segera dituntaskan organisasi perusda. Perdanyakan sudah ada pak ketua ya? Sudah ada karena itu sangat di butuhkan," ujarnya. (Cro2)