La Ode Ahmad: Pariwisata Sultra Perlu Dikemas
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Pelaksana Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Ahmad Pidana Balombo mengatakan, pariwisata yang ada di Sultra perlu lebih dikemas dan dikembangkan, Kamis (9/1) kemarin di ruang kerjanya.
"Potensi pariwisata yang ada di Sultra masih perlu dikemas (packaging) secara kreatif, sehingga lebih menarik bagi wisatawan mancanegara maupun lokal. Dengan sistem packaging bertujuan agar lebih memudahkan pelaksanaan promosi pariwisata yang ada di Sultra," imbuhnya.
Ia menyontohkan, Banyuwangi yang ada di Jawa Timur sebagai kabupaten paling maju di sektor pariwisata, dimana Banyuwangi sudah menyelenggarakan festival sebanyak 99 kali dalam setahun dan event ini sudah mengundang banyak wisatawan.
"Selain faktor packaging, kemajuan pariwisata Banyuwangi di ujung Timur Jawa Timur juga didukung oleh adanya konektivitas dan aksesibilitas yang baik. Berbagai maskapai penerbangan, termasuk Garuda beroperasi ke Banyuwangi setiap harinya," jelasnya.
Apalagi, sambungnya, melalui event festival, Sultra yang kaya dengan obyek-obyek wisata sangat membutuhkan adanya pengemasan informasi tentang aksesibilitas, fasilitas dan daya tarik yang dimiliki obyek-obyek wisata tersebut.
"Karena untuk menuju destinasi wisata tersebut, perlu ditunjang informasi yang sangat akurat dan penggunaan transportasi berikut harga penggunaan jasa transportasi. Dimana dalam pengemasan informasi tersebut, dapat berupa iklan, booklet, famplet, atau media promosi lainnya," terang Ahmad Pidana Balombo.
La Ode Ahmad Pidana Balombo menambahkan, dengan dibukanya jalan Kendari-Toronipa dapat menciptakan obyek-obyek wisata baru bagi Kendari sebagai Kawasan Pengembangan Periwisata Nasional (KPPN).
"Akses jalan Kendari-Toronipa, Morosi sebagai kawasan industri nikel kemungkinan bisa terakses dari jalan baru tersebut. Juga Pulau Labengki di sebelah Timur muara Sungai Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, juga diangkat sebagai penunjang destinasi Wisata. Karena keindahan alam pulau Labengki tidak jauh beda dengan Raja Ampat di Papua Barat, sehingga potensi obyek wisata tersebut perlu dikemas dalam suatu paket informasi yang lengkap dan dipublikasi secara luas untuk menarik lebih banyak turis datang ke sana," pungkasnya. (m1)