Istri Bupati Buton Intens Kunjungi IKM
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton, Delia Montolalu La Bakry kembali melakukan tinjuan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM).
Kali ini Istri Bupati itu menyasar IKM yang ada di Kelurahan Wakangka, Desa Tumada, Todanga, dan Boneatiro, Kecamatan Kapuntori, Rabu (29/1/ 2020).
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Buton, Ir Sadisu, MSi menjelaskan Kelurahan Wakangka, Desa Tumada dan Todanga, Kecamatan Kapontori, merupakan lumbung produksi kerajinan tangan berupa anyaman berbahan Nentu dan Rotan serta olahan jambu mete menjadi produk unggulan di Kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Muna di daratan Buton tersebut.
Selain itu, untuk Desa Boneatiro, kata dia merupakan salah satu daerah penghasil pengasapan ikan yang ada di Buton.
“Para pengrajin itu kami bina di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM). Di Kelurahan Wakangka ada pengrajin anyaman rotan yang menghasilkan produk keranjang dan aksesoris meja tamu. Di Desa Tumada para pengrajin, selain menganyam Rotan dan Nentu juga ada pengolahan Jambu Mete,” ujar dia saat dampingi Kunjungan Kerja Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Ny Delia Montolalu La Bakry di Kecamatan Kapontori, 29 Januari 2020.
Sadisu yang juga Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Buton juga mengatakan para pengrajin itu dibina di desa masing-masing juga dilakukan pembinaan di Sentra IKM Pengrajin dan Pengolahan Kacang Mete di Desa Tumada. IKM tersebut dilengkapi alat pengepakan dan alat untuk membela rotan untuk pembuatan tas dan aksesoris lainnya seperti topi, bosara dan talang.
“Produk-produk yang dihasilkan di sentra IKM ini sudah sering diikutkan lomba baik tingkat provinsi maupun nasional. Dan sering meraih peringkat terbaik. Itu menunjukan produk olahan ini telah diakui kualitasnya di tingkat nasional,” ujarnya
Bukan hanya itu, kata Sadisu Sentra IKM ini juga menghasilkan olahan Kacang Mete dengan 5 rasa yakni rasa balado, manis, original, bawang dan crypi. Hasil olahan Mete tersebut diberi label Rawasa.
Sementara itu, dalam kunjungan itu, Ketua TP-PKK Buton, Ny. Delia Montolalu La Bakry menghimbau para pengrajin untuk senantiasa melakukan inovasi. Mulai dari merapikan hasil kerajinan hingga menciptakan ide baru untuk tetap bisa bersaing di pasaran.
“Para pengrajin agar senantiasa meningkatkan produktivitas, kreativitas dan inovasi. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan mengikuti tren saat ini supaya bisa lebih berdaya saing,” himbaunya.
Ke depannya, kata Delia perlu peningkatan fasilitas, pendampingan tenaga ahli desain, serta penguatan branding untuk meningkatkan kecintaan konsumen pada produk di Kabupaten Buton.
“Pembinaan akan terus dilakukan. Penyediaan bahan baku juga sangat penting, di samping promosi dan pembinaan bagi pengrajin,” ungkapnya.
Untuk itu PKK dan Dekranasda akan bekerjasama dengan pengrajin selain upaya melestarikan kerajinan juga mengangkat kerajinan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.
Pentauan, Dalam kesempatan ini, Delia terlihat membeli beberapa hasil produk kerajinan di Sentra IKM itu. (Cro2)