Berita Terkini
Buton

DPR Sebut WNA Cina di Buton 20 Orang, Waspada Virus Corono

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 1 Februari 2020 17:28 WIB · 2 menit baca
Bagikan
DPR Sebut WNA Cina di Buton 20 Orang, Waspada Virus Corono
ilustrasi WNA

PUBLIKSATU, BUTON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton, La Subu menyikapi pernyataan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kota Baubau yang menyebutkan sepanjang tahun 2019-2020 warga Cina yang ada di wilayah kerjanya hanya tercatat delapan orang.

Padahal, kata dia, berdasarkan fakta dilapangan, jumlah warga Cina untuk di Kabupaten Buton diketahui ada sekira 20 orang. Mereka sebagai tenaga ahli di perusahaan Kartika Prima Abadi di Desa Suandala, Kecamatan Lasalimu.

"Di perusahaan KPA ada sekitar 20 orang," ujar dia kepada publiksatu.co melalui sambungan telepon, Jumat (31/1/2020).

La Subu yang juga warga Desa Suandala itu menjelaskan seharusnya instansi terkait bisa mendeteksi keberadan mereka. Terlebih ditengah kekawatiran warga akan wabah Virus corona yang melanda warga cina.

Kata dia dengan adanya WNA itu potensi virus akan menulari masyarakat sekitar sangat dimungkinkan.

Olehnya itu, ia berharap Imigrasi, Dinas Tenaga kerja bersama kesehatan Kabupaten Buton melakukan penininjauan dan pemeriksaan kesehatan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apa lagi, kedatangan para tenaga kerja asing itu di Kabupaten Buton tidak menentu.

"Hanya memang menghindari yang lagi gencar-gencar ini kiranya dinas kesehatan Kabupaten Buton melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi dengan untuk melakukan kesehatan khusus kepada tenaga asing itu," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Berdasarkan data resmi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kota Baubau, sepanjang tahun 2019-2020 jumlah tenaga kerja Warga Negara Asing (WNA) asal China berjumlah delapan orang.

Sebagaimana diungkap Kepala Imigrasi kelas III Baubau Teguh Santoso, dari 8 daerah cakupan wilayah kerja seperti Baubau, Kabupaten Buton, Muna, Butur, Buteng, Busel dan Wakatobi hanya 8 WNA.

“Dari 8 daerah wilayah kerja kami, untuk Kota Baubau sejauh ini belum ada tenaga kerja WNA asal China,” kata Tegu saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/01).

Tegu masih tergolong baru menjabat sebagai Kepala Imigrasi kelas III Non TPI Baubau, sebelumnya sebagai kepala seksi lalulintas keimigrasian Kantor Imigrasi Kendari.

Hingga berita ini di terbitkan, wartawan Publiksatu belum bisa meminta tanggapan pihak terkait. Baik Imigrasi Baubau, Dinas Tenaga Kerja Buton maupun Dinas Kesehatan. (Cro2)

Bagikan