IPPMAL-KDI Bersama Paguyuban dan Masyarakat Siap Bersihkan Pasar Lombe
Bagikan
PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sebagai generasi yang peduli pada kebersihan lingkungan, Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Lombe-Kendari (IPPMAL-KDI) akan menggelar bakti sosial (Baksos) membersihakan pasar dan dermaga Lombe bersama beberapa organisasi paguyuban lainnya dan masyarakat, pagi ini, Sabtu (1/2).
Baksos bertema "Ini Aksiku Untuk Kampungku" tersebut dimulai pukul 08.00 wita dengan titik kumpul depan Rujab Camat Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Selanjutnya melaksanakan aksi bersih-bersih dengan sasaran lokasi pasar dan dermaga Lombe.
Ketua IPPMAL-KDI, Irma, mengatakan tujuan diadakannya Baksos bersih-bersih sampah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah, khususnya di Pasar Lombe dan Dermaga Lombe yang sampai hari ini belum bisa ditangani secara tuntas oleh pihak-pihak terkait. Selain itu, sebagai upaya menanamkan rasa cinta lingkungan pada masyarakat umum.
Dalam Baksos bersih-bersih sampah ini, pihaknya akan dibantu berbagai organisasi paguyuban atau lembaga kemasyarakatan setempat, diantaranya Karang Taruna, Forum Komunikasi Kepemudaan, Gerakan Pramuka, PANDEWA, FPW, HIPPMIL Baubau, HIPPMI Desa Lowu-Lowu, Remaja Masjid, serta OSIS.
"Dengan adanya Baksos bersih-bersih sampah sebagai aksi untuk kampung ini, kedepannya akan tercipta budaya merawat lingkungan oleh masyarakat setempat," tulis Irma kepada Buton Pos selaku media partner kegiatan ini melalui pesan whatsApp, Jumat (31/01).
Irma berharap, dengan inisiasi pihaknya menggelar bersih-bersih sampah ini akan lahir kebijakan-kebijakan pemerintah, baik tingkat Kecamatan Gu maupun tingkat Kabupaten Buteng yang mendukung dan memastikan adanya penanganan sampah lebih baik.
Ketua Panitia Baksos, Ardhy Dhikahlil, juga mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mendongkrak kesadaran masyarakat serta pemerintah mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dibarengi dengan terwujudnya pemerintah yang lebih aktif dan tanggap dalam merespon persoalan-persoalan mendasar tentang penanganan sampah.
"Sampai hari ini Kabupaten Buteng belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Hal ini tentu sangat merugikan terhadap lingkungan, karena masyarakat akan terbiasa membuang sampahnya ke laut. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut dalam kondisi yang cukup lama, sudah pasti timbul pencemaran lingkungan yang akan merugikan masyarakat sendiri," pungkas Ardi.(uzi)