IPPMAL-KDI Turun Aksi, Satu Ton Sampah Pasar dan Dermaga Lombe Disapu Bersih
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Inisiasi bakti sosial (Baksos) yang dibangun Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Lombe-Kendari (IPPMAL-KDI) berhasil menyapu bersih sampah-sampah yang bertebaran di kawasan Pasar dan Dermaga Lombe, kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sabtu pagi, (1/2/2020).
Dalam melaksanakan aksi bersih-bersih tersebut, IPPMAL-KDI bersinergi dengan aparat TNI/Polri (Koramil 1413-1- Gu dan Polsek Gu) serta menggandeng beberapa organisasi kepemudaan seperti Forkom Pemuda Kecamatan Gu, PANDEWA, FPW, HIPPMIL Baubau, HIPPMI Desa Lowu-Lowu, Karang Taruna, Remaja Masjid, Gerakan Pramuka, pelajar SMP/MTs, dan SMA/MA.
Dengan keterlibatan berbagai organisasi kepemudaan, masyarakat, dan para pelajar tersebut, sampah-sampah yang berserakan di seputaran pasar dan dermaga Lombe dapat dibersihkan hanya dalam waktu kurang dari tiga jam. Bagaimana tidak, para peserta aksi begitu antusias hingga rela turun ke got-got yang sudah tersumbat dengan sampah rumah tangga.
Menurut Ketua IPPMAL-KDI, Irma, dalam Baksos bertema "Ini Aksiku Untuk Kampungku" tersebut, pihaknya menaksir sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 1 ton. Sampah yang dibersihkan itu dikumpul di beberapa titik yang sudah ditentukan panitia kegitan, kemudian diangkut oleh truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buteng.
Sembari membersihkan sampah, para peserta aksi menghimbau masyarakat untuk menjaga dan mencintai lingkungan agar selalu bersih yang dituangkan dalam bentuk pesan tulisan seperti "jangan buang sampah sembarangan, mulai hari
ini, mulai dari diri sendiri, dan mari jaga lingkungan serta laut bukan tong sampah".
"Tujuan diadakannya Baksos bersih-bersih sampah ini sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah, khususnya di Pasar Lombe dan Dermaga Lombe yang sampai hari ini belum bisa ditangani secara tuntas oleh pihak-pihak terkait. Selain itu, sebagai upaya menanamkan rasa cinta lingkungan pada masyarakat umum," ungkap Irma.
Dengan inisiasi Baksos bersih-bersih ini, diharapkan kedepannya akan tercipta budaya merawat lingkungan oleh masyarakat setempat. "Semoga setelah aksi ini akan lahir kebijakan-kebijakan pemerintah, baik tingkat Kecamatan Gu maupun tingkat Kabupaten Buteng yang mendukung dan memastikan adanya penanganan sampah lebih baik," harap Irma.
Ketua Panitia Aksi Bersih-Bersih, Ardhy Dhikahlil, berharap pemerintah bisa aktif dan tanggap dalam merespon persoalan sampah hari ini. "Sampai hari ini Kabupaten Buteng belum mempunyai Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). Hal ini tentu sangat merugikan lingkungan, karena masyarakat akan terbiasa membuang sampahnya ke laut," tukasnya.
Menurut Ardhy, kalau ini dibiarkan berlarut-larut dalam kondisi yang cukup lama, sudah pasti timbul pencemaran lingkungan yang akan merugikan masyarakat sendiri. "Untuk mencegah hala itu, dalam kegiatan ini kami menyerahkan bantuan beberapa tong sampah mini untuk mempermudah mengatasi sementara persoalan sampah rumah tangga," tandasnya.(uzi)