Berita Terkini
Sultra

Polsek Wolo Kembali "Hijaukan" Pesisir Labuan Bajo

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 3 Februari 2020 15:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Polsek Wolo Kembali "Hijaukan" Pesisir Labuan Bajo
Kegiatan penanaman mangrove di beberapa bagian pantai lingkungan Labuan Bajo yang turut melibatkan warga setempat dilaksanakan Minggu pagi (2/2).

PUBLIKSATU, KOLAKA - Berawal dari keprihatinan melihat kondisi talud di kawasan pesisir Labuan Bajo, Kecamatan Wolo yang rusak akibat gelombang laut, jajaran Polsek Wolo dimotori Kapolsek melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Kegiatan penanaman magrove di beberapa bagian pantai lingkungan Labuan Bajo yang turut melibatkan warga setempat yang dilaksanakan Minggu pagi (2/2).

Kepala Polsek Wolo IPDA Beny Kuncoro yang turun langsung melakukan penanaman mangrove dipagi itu mengungkapkan, ide "penghijauan" pantai Labuan Bajo datang dari salah seorang anggotanya, Bripka Sugianto Hutkri.

"Ini sejalan dengan program Polda Sultra untuk menanam pohon di lingkungan kantor, mengingat halaman kantor Polsek Wolo sudah ditanami berbagai tanaman kita akhirnya memilih menanam mangrove di pesisir lingkungan Labuan Bajo. Idenya dari Bripka Sugianto Hutkri," ujar Beny Kuncoro.

Beny Kuncoro menambahkan, selain himbauan dari Polda, penanaman Mangrove di kawasan pantai, khususnya di pesisir lingkungan Labuan Bajo juga didasari keprihatinan terhadap kondisi talud disebagian kawasan mulai rusak akibat gelombang.

"Lama-kelamaan talud atau bangunan milik nelayan pasti akan rusak karena tidak ada lagi mangrove yang menahan kerasnya gelombang laut," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bripka Sugianto Hutkri mengungkapkan pantai Labuan Bajo dipilih menjadi lokasi penanaman mangrove kali ini karena dari semua kawasan pantai, lingkungan Labuan Bajo paling parah kondisi kerusakannya.

"Disini sudah sangat rusak tidak ada lagi tanaman alami pelindung pantai. Saya sering berkunjung ke beberapa kawasan pantai dan disini memang parah dan perlu ada penanaman kembali bakau," ujar mantan Bhabinkamtibmas Tamborasi itu.

Sugianto Hutkri mengatakan bahwa ide itu muncul krn dirinya sering berkunjung ke Link. Labuan Bajo, melihat tanggul yg dibangun oleh pemerintah mulai rusak akibat terjangan ombak dan tidak adanya pelindung perahu nelayan ketika cuaca ekstrem.

Terkait mangrove yang ditanam, Sugianto menjelaskan jenisnya Rhizophora Apiculata, endemik (asli) kawasan pantai Labuan Bajo.

"Tahap awal baru kita tanami 50 batang bibit dengan jarak tanam masing-masing 3 meter karena bibitnya mudah didapat. Dan kami akan lanjutkan penanaman setiap hari minggu sampai terpenuhi pesisir pantai di lingkungan bajo. Labuan Bajo," ujarnya.(p12)

Bagikan