Seleksi Lapangan Ala Bupati Arusani, Siapa Yang Loyal?
Bagikan

PUBLIKSATU, BATAUGA - Bupati Buton Selatan (Busel), H La Ode Arusani punya cara tersendiri untuk mengevaluasi kinerja pegawainya dengan memberlakukan seleksi lapangan.
Dalam setiap minggunya ia rutin melakukan kunjungan ke desa-desa bersama pejabat Pemkab Busel.
Ketua DPC PDIP Busel itu memang seakan tidak punya beban dalam memegang kendali pemerintahan. Ia kerap merotasi pejabat yang dianggapnya kurang tepat mengisi jabatan tertentu. Pastinya hal tersebut ia lakukan sesuai regulasi yang ada.
Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir ini sudah empat kali melakukan perombakan kabinet. Arusani mencari posisi pejabat pemerintahan yang tepat untuk merealisasikan program sesuai visi dan misinya.
Hal ini semata-mata ia lakukan untuk meningkatkan produktifitas kinerja dan pelayanan menuju Kabupaten Buton Selatan berdaya saing. Olehnya itu Arusani meminta seluruh stakeholder dan ASN loyal kepada daerah bukan pada pimpinan.
Jaring Aspirasi Masyarakat
Untuk menguji kinerja pegawainya, Arusani melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkunjung ke desa-desa untuk menjaring aspirasi masyarakat.
Pada suatu kesempatan ia berkunjung ke Desa Pogalampa, Kecamatan Batauga untuk memberikan bantuan ketinting dan alat pertukangan, Selasa (28/01/2020).
Pada kesempatan tersebut, Arusani menekankan dan memanggil OPD teknis seperti Dinas Pariwisata dan Dinas PU untuk memporsikan anggaran guna mendukung pembangunan Desa Pogalampa, khususnya di sektor pariwisata.
“Untuk mendukung pembangunan di sektor Pariwisata nanti komunikasi dengan Dinas Pariwisata. Di pantai ini coba bangunkan gazebo dan tata sebaik mungkin supaya pantai ini menjadi spot wisata yang bisa menarik perhatian pengunjung,” ujar dia kepada Kades Pogalampa, La Nabi.
“Coba timbun lagi supaya pantai ini lebih luas lagi. Komunikasi dengan Dinas PU. Begitu juga dengan akses jalannya,” tukas Arusani.
Mengukur Kinerja OPD
Menurutnya loyalitas dan kinerja OPD bisa diukur saat kunjungannya tersebut. Kata Arusani, jika ada pegawainya yang menghindar saat dipanggil maka bisa dianggap dia tidak melaksanakan kinerjanya dengan baik.
"Ya itu salah satu seleksi untuk OPD, loyal tidak," imbuhnya kepada publiksatu.co usai menyerahkan bantuan di Desa Pogalampa, Selasa (28/01/2020).
"Selama ini masyarakat akan membisik orang ini tidak bisa kerja, dalam artian kita punya usulan tidak ditanggapi, maka itu akan ketahuan sendiri. Di situlah seperti seleksi terbuka sendiri," pungkas orang nomor satu Busel itu.
"Orang ini tidak ada, ini tidak ada. Ini kenapa kamu menghindar, ada apa?," tambahnya lagi. (sim)