Soal Merger Bersama Politekes Kemenkes Kendari, Besok Aset Akper Buton Akan Ditinjau

PUBLIKSATU, BUTON-Jika tidak ada halangan, Rabu (5/2/2020), Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes), Kementrian Dalam Negari, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Bagian Aset Badan Usaha Milik Negera dikabarkan akan meninjau aset Akademik Kesehatan (Akper) Buton.
"Mereka akan berkunjung insyaallah tanggal 5. Untuk melihat gedung Akper yang ada di Pasarwajo yang di serahkan oleh pemerintah daerah ke kementrian kesehatan," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, H. Djufri.D saat ditemui publiksatu.co di ruang kerjanya, gedung B, Lantai 1, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Senin (3/2/2020).
Lanjut, Djufri menyebutkan lembaga pendidikan tinggi D3 keperawatan itu memiliki aset di dua tempat berbeda. Ada di Pasarwajo dan Kota Baubau. Untuk di Pasarwajo, Akper Buton memiliki aset setengah hektar bersama gedung. Sedangkan di Kota Baubau kurang lebih satu hektar.
"Kemudian setelah itu akan meninjau lagi aset atau tanah yang ada di kota Baubau di dekat pantai Nirwana kurang lebih satu hektar itu sudah di pagar keliling," ujarnya.
Tidak hanya itu, Djufri menjelaskan tujuan dari peninjauan itu untuk memperkuat bahwasanya Akper Buton layak di gabung bersama bersama Politeknik kesehatan kementrian kesehatan Kendari.
"Ini dia mau lihat layak atau tidak. Kalau layak, mereka nanti kembali ke Jakarta, rapat, diskusikan. Kalau dia katakan layak. Maka Akper berlanjut sampai seterusnya. Tapi dengan catatan merger dengan Politekes Kendari," ujarnya.
Nantinya, lanjutnya, tim peninjau itu sebanyak 15 orang. Mereka akan melakukan peninjauan selama dua hari. Mulai tanggal 5 hingga tanggal 7. (Cro2)