Cegah DBD, Pemkab Buton Sebar Abate
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Kesehatan membagikan obat abate kepada masyarakat untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk penyebab Demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan. Pendistribusian obat itu disalurkan melalui Puskesmas yang ada di wilayah kerjanya.
"Mangantisipasi dengan tinggihnya curah hujan yang akhir-akhir ini kami dari Oktober kemarin kami sudah edarkan surat ke Puskesmas-Puskesmas surat untuk antisipasi DBD. Jadi disana dilakukan Abatesiasi," ujar Plt Kapala Dinas Kesehatan, H Djufri melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Wa Ode Kiana Fardiah saat ditemui publiksatu.co di ruang kerjanya, gedung B, lantai 1, kompleks perkantoran pemkab Buton belum lama ini.
"Jadi penaburan abate kemasyarakat dengan mengutamakan pembersihan lingkungan sekitar agar tidak terjadi perkambang biakan jentik nyamuk, sehingga penyakit seperti DBD atau Malaria itu bisa terhindari," imbuhnya.
Menurut Fardiah, ada dua cara mengantisipasi jentik nyamuk. Diataranya, Penaburan abate dan fogging. Diantara itu, penaburan abate dianggap paling efekif.
"Karena kalau fogging itu adalah jalan terakhir ketika ada satu kasus terus ada penyebaran kasus radius seratus meter dari kasus pertama itu baru di adakan fogging," ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan itu, Fardiah mengharapkan masyarakat lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Nyamuk itukan sukanya di tempat genangan-genangan air. Dia berkembang biaknya di situ. Di bak-bak rumah tangga juga kalau tidak sering di bersihkan juga di situ tempat perkembangannya. Intinya adalah kebersihan lingkungan," ujarnya.
Tidak hanya itu, Ia menjelaskan kasus DBD di Kabupaten Buton tergolong rendah. Hanya ada beberapa kasus. "Kemarin belum pasti juga tapi suda di informasikan di daerah Barangka itu ada satu kasus DBD tapi masi diadakan penyelidikan epidemiologinya. Ada penularan apa tidak.? Penularannya di ambil dari mana. Kemudian ada satu itu di Lasalimu Selatan. Tapi itu pas ada kasus langsung Fogging tidak. Itu ada SOPnya," ujarnya.(Cro2)