Pemprov Sultra Putus Rantai Difteri di Bajo Bahari Buton
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan tindakan capat untuk memutus rantai penularan difteri di Desa Bajo Bahari, Kecamatan Siontapina.
Pemutusan rantai virus itu dilakukan dengan cara pengobatan massal (profilaksis). Sasarannya, keluarga dekat pasien difteri, teman bermain dan petugas yang merawat pasien.
Selain itu ada juga imunisasi massal atau Out break respon (ORI) di desa tersebut. Imunisasi ini menyasar semua golongan usia yang mana Februari 2020 merupakan pemberian imunisasi terakhir.
Plt Kapala Dinas Kesehatan, H Djufri melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Wa Ode Kiana Fardiah menjelaskaan cara penularan difteri melalui pernapasan bila batuk dan bersin serta air liur pada bekas makan dan minum.
"Faktor resiko pada anak-anak, tidak lengkap imunisasi, gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan degan kebersihan dan sanitasi yang buruk," ujar dia kepada publiksatu.co, Senin (10/2/2020).
Laniut, Fardiah menyebutkan gejala penderita difteri. Diantaranya, demam, nyeri menelan disertai gejala batuk dan pilek, sulit bernafas, adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan terbentuknya lapisan berwarna abu-abu yang menutupi amandel dan kerongkongan.
Cara pencegahan difteri hanya dengan imunisasi, olehnya itu, ia berharap masyarakat kooperatif pada pemberian imunisasi massal di Februari ini dan pemberian imunisasi rutin dengan tepat waktu. (Cro2)