Berita Terkini
Buton

Tuan Rumah Porprov Sultra Diumumkan Awal Maret, Buton dan Baubau Rebutan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 19 Februari 2020 01:47 WIB · 3 menit baca
Tuan Rumah Porprov Sultra Diumumkan Awal Maret, Buton dan Baubau Rebutan
Ilustrasi Porprov

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton baru-baru ini baru saja mempersentasikan kesiapan sebagai tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV di tahun 2022 mendatang. Persentase tersebut berlangsung di kota Kendari, 29 Januari lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Abdul Zainuddin Napa menjelaskan dalam kesempatan itu, pihaknya mempersentasekan kondisi Kabupaten Buton bila mana dipercaya sebagai tuan rumah Porprov sesuai dengan permohonan Bupati Buton kepada Gubernur Sulawesi Tenggara.

"Walaupun itu bahwa acara provinsi tapi kita kabupaten Buton sebagai bagian dari Provinsi Sulawesi Tenggara siap untuk itu," ujar dia saat ditemui publiksatu.co diruang kerjanya, gedung B, lantai 4, Kompleks perkantoran Pemkab Buton, beberapa waktu lalu.

Lanjut, ia menjelasakan hanya ada dua daerah yang memperebutkan taun rumah tesebut. Sesuai permohonan langsung kepada Gubernur. Yakni, Kabupaten Buton dan Kota Baubau.

"Makanya hanya dua daerah itu lah yang diundang untuk presentase. Kabupaten Buton suda di undang pada tanggal 29 yang lalu di kendari dihadapan pengurus koni Porvinsi secara teknis yang memberikan penilaian apakah memenuhi sayarat Buton atau tidak," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk mengetahui daerah yang menjadi tuan rumah, pihak KONI Sultra dalam waktu dekat akan mengeluarkan rekomendasi Gubernur. Rencananya, awal Maret, pusat kegiatan pekan olah raga Provinis akan di umumkan.

"Nanti janjinya itu pada awal bulan Maret akan keluar keputusan Gubernur bahwa pusat kegiatan pekan olah raga provinis akan dilaksanakan di Buton atau di Baubau," ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut dia, berdasarkan keputusan Menteri Pemudah dan Olah Raga, syarat menjadi tuan rumah penyelenggaraan pekan olah raga setingkat Provinsi minimal harus memenuhi tiga syarat wajib.

"Yang pertama adalah dia harus punya wisma atlit. Itu syarat wajib. Yang kedua harus punya gedung olah raga, minimal dia tipe B. Yang ketiga minimal dia harus punya kolam renang," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia dengan memanfaatkan rentang waktu yang tersisa dua tahun, Pemerintah Kabupaten Buton pada tahun 2021 mendatang akan menggenjot tiga syarat wajib itu.

"Akan memprioritaskan itu. Mulai dari perubahan anggaran ini kita suda mulai mengusulkan dia punya perencanaan," ujarnya.

Menurut dia, meskipun semua persyaratan itu, Buton belum memenuhi persyaratan. Namun, bila ada kemauan dari pemerintah provinsi kesemua itu tidak ada masalah.

"Contohnya itu jalan tol rumah sakit jantung toronipa itu hanya tiga bulan suda selesai. Karena kamauan provinsi. Apalagi ini acara provinsi. Kalau provinsi mau mendukung Buton, bisa. Kalau saya pikir tiga syarat utama itu di kota Baubau juga hanya memiliki hotel," ujarnya.

"Oleh karena itu dimana pun akan di laksanakan tergantung pemerintah provinsi. Karena ini kegiatan provinsi. Tapi yang pasti Buton dengan serba kekurangan siap akan menjadi tuan rumah," imbuhnya. (Cro2)