Berita Terkini
Sultra

Gelar Ngobrol Kinerja ke-7, Sekprov: Program Harus Linear dengan Kegiatan 17 Kabupaten Kota

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 27 Februari 2020 14:09 WIB · 2 menit baca
Gelar Ngobrol Kinerja ke-7, Sekprov: Program Harus Linear dengan Kegiatan 17 Kabupaten Kota
Dalam gelar Ngobrol Kinerja (Ngoki) yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pj Sekda Provinsi Sultra, La Ode Ahmad PB mengingatkan setiap program kegiatan Pemerintah Provin

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam gelar Ngobrol Kinerja (Ngoki) yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Pj Sekda Provinsi Sultra, La Ode Ahmad PB mengatakan, sertiap Program kegiatan Pemerintah Provinsi Sultra harus berhubungan (Linear) dengan program kegiatan yang ada di Pemda 17 Kabupaten/Kota, Rabu (26/2).

"Karena Program Kegiatan Pemerintah Provinsi juga merupakan setengah dari Program Kegiatan Pemerintah Pusat, dimana Pemerintah Provinsi sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat. Sehingga tugas Program Strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara harus nyambung dan terdistribusi di wilayah kerja di 17 Kabupaten/Kota," tandasnya.

Sambungnya, Oleh sebab itu, untuk memajukan dan mengsukseskan semua program kerja yang sudah direncanakan tersebut, semua stakeholder dan Kepala OPD harus bekerjasama sama menyamakan visi dan misi mengsukseskan program kerja yang sudah ada.

"Sehingga kita selaku pimpinan OPD jangan selalu kekeh dan egois, serta Kepala OPD jangan lebih banyak mengeluh dari pada bekerja. Apalagi mengeluh dengan berbagai hal yang kurang pantas dan memaksakan berbagai Program dan Kegiatan yang tidak jelas," tegasnya.

Apalagi, Tambah Ahmad PB, saat ini Program Pemerintah Pusat lebih Fokus kepada Program Kegiatan pengembangan Pariwisata, disisi lain Bidang Pariwisata lebih cepat menghasilkan dan memajukan untuk daerah.

Diwaktu yang berbeda Kepala P3A-PPKB, Andi Tenri dalam laporan kinerja saat yang tercatat, beberapa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah terhimpun sebanyak 124 kasus. Dimana 97 kasus melalui SIMPONI PPA dan 27 Kasus melalui laporan masyarakat pada UPTD PPA.

"Berdasarkan data, kekerasan terhadap anak paling banyak terjadi di Kabupaten Konawe yaitu sebanyak 19 Kasus (4 kasus anak laki laki dan 15 kasus anak perempuan). Kemudian untuk Kota Kendari yaitu terjadi sebanyak 18 kasus, 4 kasus pada anak anak laki laki dan 14 kasus anak perempuan," jelasnya.

Ia menambahkan, Kekerasan terhadap Perempuan paling banyak di Kota Kendari dan ada sebanyak 11 kasus, Kabupaten Konawe 7 kasus, Kota Baubau 6 kasus.

Dengan jenis kekerasan yang di alami yakni kekerasan Psikis, Fisik, Pelecehan Seksual, Eksploitasi dan Penelantaran. (m1)