Berita Terkini
Buton

Mengabdi Dua Tahun, Banyak Dokter di Buton Ajukan Pindah Tugas

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Minggu, 8 Maret 2020 00:24 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Mengabdi Dua Tahun, Banyak Dokter di Buton Ajukan Pindah Tugas

PUBLIKSATU, BUTON - Bupati La Bakry menyebutkan banyak dokter di Kabupaten Buton yang berasal dari luar daerah ketika mengabdi di daerah penghasil Aspal ini selalu mengajukan pindah tugas. Padahal, Pemkab telah berupaya memberikan insentif Rp 25 Juta bagi para dokter spesialis tersebut.

Hal ini dikatakan La Bakry saat penandatanganan nota kesepahaman atau MoU bersama dua perguruan tinggi. Universitas Bosowa Makassar dan Universitas Muhammadiyah Buton serta PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulselrabar UP 3 Baubau di aula Kantor Bupati Buton, gedung A, Lantai 2, kompleks perkantoran pemkab Buton, Jumat 6 Maret 2020.

"Tak dapat dipungkiri banyak dokter yang mengabdi di daerah-daerah terpencil di Buton berasal dari luar daerah. Sehingga dalam kurun waktu satu hingga dua tahun sudah ajukan pindah tugas. Kami sudah berupaya memberikan insentif mencapai 25 juta untuk para dokter spesialis," ujar dia.

Lanjut, bila alasan pindah tugas dikarenakan insentif diberikan tidak sesuai dengan harapan, La Bakry tidak memungkiri pihak belum menyanggupi penambahan insentif, sebab adanya keterbatasan fiskal.

"Namun, untuk memberikan lebih dari itu Buton masih belum siap karena masih terbatasnya kapasitas fiskal," ujarnya.

Berdasar dari itu, Pemkab mengadakan program beasiswa bagi masyarakat Buton pendidikan tinggi di bidang kedokteran untuk kembali membangun daerah.

"Oleh karena itu, Pemda memberikan beasiswa bagi putra-putri Buton untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan kembali membangun daerah", ungkapnya.

Bagikan