Berita Terkini
Busel

295 Mahasiswa, Tersebar di 26 Desa

Oleh Redaksi Publiksatu / Andre · Kamis, 12 Maret 2020 04:30 WIB · 2 menit baca
Bagikan
295 Mahasiswa, Tersebar di 26 Desa
KKN TEMATIK: Rektor Unidayan, Ir H LM Sjamsul Qamar MT membuka secara resmi pembekalan mahasiswa KKN Tematik.(Istimewa)

PUBLIKSATU, BAUBAU-

Mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) angkatan pertama tahun ajaran 2019/2020 di Buton dan Buton Selatan (Busel).

KKN Tematik adalah program KKN dengan fokus yang spesifik. Dalam kesempatan KKN Tematik ini, Unidayan mengangkat tema wisata dan stunting yang dibalut dalam Plan, Prepare dan Dedicate.

Melihat potensi wilayah Kabupaten Buton dan kabupaten Busel memiliki daerah dengan potensi daerah wisata yang luar biasa. Tetapi juga diantara dua kabupaten ini terdapat kasus stunting. Maka dengan adanya KKN Tematik ini mahasiswa dapat membantu pemerintah setempat untuk menjual potensi yang ada dan juga menyelesaikan permasalahan stunting.

Banyaknya potensi wisata yang dapat dikembangkan, baik potensi alam maupun keanekaragaman budaya. Sedangkan untuk stunting, karena isu stunting menjadi prioritas di Indonesia. "Buton dan Buton Selatan memiliki tingkat prevalensi yang tinggi menurut hasil Riskesdas," ujar Ketua Panitia KKN-T, Fitria Musadat, ST., MT.

Sebanyak 295 mahasiswa Unidayan melaksanakan KKN Tematik yang terbagi dalam dua kabupaten, Buton dan Busel. Empat Kecamatan di Kabupaten Buton yakni Kecamatan Pasarwajo, Lasalimu, Lasalimu Selatan dan Wabula. Tiga kecamatan di Buton Selatan yakni Sampolawa, Lapandewa dan Batauga. Mahasiswa KKN-T ini tersebar di 26 Desa.

Menurut Ketua Panitia KKN-T, Fitria Musadat, ST., MT tujuan KKN- T, pertama melatih mahasiswa untuk menjadi problem solver dalam masyarakat. Kedua, menggali kondisi masyarakat sebagai umpan balik bagi universitas untuk pengembangan tridharma perfuruan tinggi.

KKN Tematik dibuka langsung oleh Rektor Unidayan, Ir. H. LM. Sjamsul Qamar MT, IPU.(iwn)

Bagikan