Benarkah Lockdown Ide dari Ormas/Kelompok Tertentu, Bukan dari Islam Untuk Cegah Covid-19?
Bagikan

OLEH: ASMAR, S.H.
(Ketua LBH Pelita Umat Korwil Kepulauan Buton)
PUBLIKSATU, MEWABAHNYA virus corona atau Covid-19 tidak boleh dianggap sepele di negeri ini. Sebab virus ini tidak sama dengan virus korupsi yang dilakukan oleh sebagian para pejabat. Bila para koruptor bisa saja lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Namun berbeda dengan covid-19 tidak bisa lolos, baik itupun disogok maupun dengan cara apapun.
Sebab Covid-19 sangat cepat penularannya dari person to person atau secara berkelompok. Bila lalai sedikitpun dalam berinteraksi dengan penderita virus Covid-19. Yakin bisa dipastikan masuk dalam zona merah. Misalnya seseorang dapat berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), positif Covid-29 dan meninggal.
Bila demikian statusnya, bagi ODP harus dapat mengisolasi diri di rumah masing-masing selama 14 hari (Social Distancing) sedangkan PDP dan positif Covid-19 disegerakan diisolasi secepatnya ke rumah sakit, sebelum menular ke masyarakat. Sehingga menambah beban dan tugas baru bagi petugas medis, baik dokter maupun perawat.
Sebelumnya, Covid-19 ini sudah menyebar ke Kota Wuhan China. Sudah ada 168 negara yang mengonfirmasi terinfeksi Covid-19. Data menunjukan di Indonesia sudah ada enam dokter yang wafat sebagai korban pandemi Covid-19 dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ada dua provinsi yang baru terjangkiti Covid-19 akhir-akhir ini yakni Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Kamis (19/3/2020) siang menyebutkan, ada penambahan 83 pasien positif corona (setelah dikoreksi yang sebelumnya 84 kasus). Dari 83 pasien positif corona itu, terdapat di wilayah penyebaran baru, yaitu di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, masing-masing dua kasus. JAKARTA, (HARIANHALUAN.COM)
Ada 16 provinsi di Indonesia yang sudah terpapar. Mirisnya, jumlah positif corona ada 308 kasus dengan angka kematian 25 orang atau sekitar 8 persen dan sembuh 15 orang atau 4,85 persen. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Kamis (19/3/2020) sore menyampaikan perkembangan kasus baru hingga 19 Maret pukul 12.00 WIB sebanyak 308 kasus pasien positif Covid-19 yang tersebar di 16 provinsi.