Berita Terkini
Buton

Stok Minim, Rapid Test di Buton Digunakan Secara Selektif

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 2 April 2020 02:02 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Stok Minim, Rapid Test di Buton Digunakan Secara Selektif
ilustrasi virus corona

PUBLIKSATU - Pemerintah Kabupaten Buton mendapatkan 50 alat rapid test corona. Dengan adanya alat ini, pemeriksaan covid-19 sudah mulai digelontorkan ke pusat kesehatan. Misalnya di Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Direktur RSUD Buton, dr Ramli Code menjelaskan untuk mendeteksi infeksi virus COVID-19, pihak RSUD hanya kebagian 25 rapid test. Jumlah alat tes yang hanya sekali pakai itu sangat sangat minim. Tidak sebanding dengan jumlah penduduk di Kabupaten Buton. Sehingga penggunaannya harus selektif.

Ramli bilang alat tes ini hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring atau metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Hasil tes dengan menggunakan rapid test corona tidak membutuhkan waktu lama. Kurang lebih hanya memerlukan setengah jam. Hasil pun keluar.

Meski begitu, dr Ramli bilang karena rapid test itu untuk skrining, maka bila pasien yang dites menggunakan rapid test hasilnya negatif belum tentu tidak terpapar virus corona.

Sebab, kata dia andaikan orang tanpa gejala menggunakan rapid tes ini, besar kemungkinan hasilnya negatif walaupun dia memiliki virus didalam tubuhnya.

"Rapid test itu pemeriksaan anti bodi namanya, sebenarnya untuk skreaning. Karena kalau dia negatif belum tentu dia tidak corona. Jadi kalau dia tidak ada gejalahnya baru dia di tes kemungkinan negatif, walau pun ada virusnya. Tapi kalau dia diskrining boleh. Kalau dia positif bisa dianggap positif. Tapi kalau dia negatif. Jangan bangga kalau dia tidak positif," ujar dia saat ditemui wartawan di halaman kantornya, Selasa (31/3/2020).

Bagikan