Dari Covid-19, Kita Menjemput Kepastian atau Menggenggam Kemustahilan!
Bagikan

Oleh: Rama Sultan
(Ketua Gema Pembebasan Daerah Kolaka)
PUBLIKSATU, Virus Corona atau Covid-19, terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan, mulai dari peningkatan jumlah kasus, angka kematian, dan jumlah pasien sembuh. Virus tak kasat mata ini menjadi musuh bersama (common enemy) dunia.
Bagaimana tidak, melansir data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, jumlah infeksi per Senin (6/4/2020) pagi adalah sebanyak 1,27 juta kasus. Jumlah kasus kematian 69.309. Sementara, 259.810 pasien sembuh. Kasus-kasus ini tersebar di ratusan negara di dunia.
Di Indonesia sendiri, data terbaru hasil update pada Minggu (5/4/2020), memperlihatkan total jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 2.273 pasien. Pasien meninggal bertambah, yakni sebanyak 198 orang, dan sembuh 164 orang.
Upaya yang dilakukan pemerintah sampai saat ini hanya mengeluarkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tentu ini tidak efektif untuk memutus transmisi penyebaran virus corona.
Saat ini pemerintah terus didesak berbagai kalangan seperti organisasi resmi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), MUI, hingga lapisan masyarakat untuk melakukan Karantina Wilayah (lockdown) sebagai upaya penanganan virus corona yang semakin hari semakin mengganas. Namun disayangkan Pemerintah justru berkali-kali mengatakan tidak akan melakukan lockdown.
Tak heran sebagian kalangan menilai upaya pemerintah memberlakukan PSBB dan menolak melakukan lockdown adalah alasan ekonomi dan upaya pemerintah untuk lepas tanggung jawab dari amanat pasal 55 UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Yakni memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang berada dalam karantina wilayah.