Pemkab Buton Kontrol Masyarakat Berstatus OTG dan ODP
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton nampaknya merasa kesulitan akan penerapan karantina mandiri. Pasalnya ada sebagian masyarakat yang masuk dalam ketegori orang tanpa gejala (OTG) maupun orang dalam pemantaun (ODP) tidak mampu mengisolasi diri.
Hal ini diungkapkan Bupati Buton, La Bakry saat rapat bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi melalui video conference di ruang kerjanya, gedung A, lantai 2, kompleks perkantoran pemkab Buton beberapa waktu lalu.
"Kemudian yang terakhir kami juga masih ada kesulitan kalau misalnya masyarakat ini tidak mampu mengkarantina dirinya. Itu kesulitan," katanya.
Olehnya itu, pihaknya melibatkan TNI-Polri untuk memantau masyarakat. Terlebih untuk mereka yang berstatus orang tanpa gejala maupun orang dalam pantauan.
"Tapi alhamdulillah kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau anak-anak yang baru kembali," ujarnya.
Masalah lain, kata La Bakry, mereka yang sudah selesai masa karantina dan dinyatakan bebas dalam pantauan juga terlalu euforia. Berkumpul, bermain sehingga menimbulkan keresahan bagi sebagian masyarakat.
"Ketika mereka dinyakatan bebas mereka terlalu euforia. Berkumpul, bermain sepak bola dan sebagainya itu juga menimbulkan keresahan disebagian masyarakat. Tetapi bekerja sama dengan pihak Polres itu alhamdilillah sudah bisa kami tangani," ujarnya.