Ekonomi Lesu, Pemkab Buton Bantu Warga Kurang Mampu
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar untuk biaya stimulus kepada masyarakat kategori kurang mampu.
Misalnya saja, tukang ojek, sopir angkot dan nelayan. Para pekerja di bidang ini akan diberikan subsidi berupa bahan bakar. Bantuan ini juga akan diberikan kepada buruh, penjual sayur dan petani di wilayah teritorinya.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dalam rangka menghadapi kelesuan ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat imbas dari wabah virus corona atau covid-19.
“Tukang ojek, sopir, nelayan kita akan beri subsidi BBM, sementara buruh, penjual sayur akan diberikan bantuan juga,” ujar Bupati Buton, La Bakry saat rapat bersama OPD di aulla kantor Bupati Buton, lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Senin (6/4/2020).
La Bakry mengatakan, selain Rp 9,5 milliar untuk mensubsidi warga yang mengalami dampak ekonomi, pemerintah juga telah menyiapkan Rp 6,5 milliar untuk penanganan kesehatan.
“Total anggaran yang dikeluarkan untuk pandemi corona Rp 16 miliar,” ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu, La Bakry menjelaskan pemerintah pusat memberikan tiga kategori untuk anggaran corona ini.