5 Ribu Warga Kota Kendari Dapat BLT
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Dampak Covid-19 di Sultra cukup dirasakan berbagai kalangan, terutama masyarakat usaha kecil, buru harian serta pekerja kasar serta kariawan. Menjawab keresahan tersebut, Pemkot Kendari melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Kendari memberikan bantuan dana sebesar Rp 300 ribu yang akan disalurkan melalui Bank Sultra.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Kendari, Benyamin Salempang saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/6). "Ini merupakan bantuan langsung tunai untuk para pekerja, buruh atau kariawan yang sudah dirumahkan atau terdampak Covid-19. Kita sudah mulai melakukan identifikasi data kemudian datanya diriview oleh pihak Inspektorat serta kemudian datanya diarahkan kepihak Bank Sultra untuk dilakukan pencairan," jelasnya.
Untuk persyaratannya sendiri, lanjutnya, yakni pekerja atau buruh, atau kariawan, atau perusahaan, yang merupakan perusahaan yang non formal. Dalam artian dia sebagai pengusaha atau sebagai pekerja didalamnya serta paling banyak setidaknya lima tenaga kerja seperti UMKM, IKM dan lain sebagainya.
"Seperti pekerja buruh yang dirumahkan digaji tinggal 50 persen atau di-PHK atau juga merupakan usaha kecil sudah kekurangan orderan selama pandemi Covid-19, mereka juga berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut. Karena, usaha kecil tersebut terdampak penurunan orderan dan pendapatan dimasa pandemi Covid-19. Masyarakat yang mendapatkan bantuan beberapa bulan ini, merupakan data yang dirangkum melalui pendaftaran secara online maupun Group WA serta data masyarakat lainnya yang sudah dilakukan penginputan data," terangnya.
Setelah data tersebut identifikasi dan diferifikasi, sambungnya, kemudian data ini dikirim ke pihak Inspektorat untuk direview lebih lanjut untuk mendapatkan keapsahan datanya. Hasil data tersebut, kemudian diarahkan kepada pihak Bank Sultra untuk eksekusi terakhir dalam hal ini pencarian dana. Untuk target sendiri, Disnaker Kota Kendari menargetkan sebanyak 5000-an bantuan untuk kariawan, buru dan usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19 yang ada di Kota Kendari.
"Sampai saat ini, yang sudah melakukan penarikan sebanyak kurang lebih 2000an orang dan masih akan disalurkan sampai mencukupi target sesuai data yang ada. Sebenarnya, untuk pembagian ini sudah di tutup (Close) sejak sebelum lebaran Idul Fitri karena jumlahnya sudah mencapai angka sebanyak kurang lebih 5000 tenaga kerja. Gelombang pertama yang sudah tersalurkan sebanyak 3865 orang yang sudah tersalurkan dan saat tinggal kwota untuk mencukupi sebanyak 5000-an warga, atau pekerja yang terdampak covid-19," bebernya.
Tambahnya, bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, karyawan, buruh serta usaha kecil yang ada di Kota Kendari. Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kendari, dalam membantu masyarakat dalam meringankan beban kehidupan dimasa pandemi Covid-19. Mudah-mudahan bantuan yang tidak cukup banyak ini, bisa membantu dan meringankan beban para pekerja, buruh harian lepas, serta usaha kecil untuk membeli kebutuhan sehari-hari. (m1)