Positif Covid-19 Sultra Bertambah Dua

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam rilis Juru Bicara (Jubir) Penanganan Percepatan Covid-19 Provinsi Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, mengatakan, per Senin (22/6) di Bumi Anoa terkomfirmasi ada tambahan pasien positif Covid-19 sebanyak dua orang. Sedangkan pasien sembuh nihil.
"Pada hari ini, Senin (22/6) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara kembali melaporkan, pertama pada hari ini ada penambahan sebanyak dua kasus baru. Sehingga kasus positif Covid-19 di Sultra secara keseluruhan menjadi 334 orang, berbeda dengan hari sebelumnya (21/6), yakni sebanyak 332 orang," jelasnya.
Disisi lain, lanjutnya, kasus sembuh tidak ada penambahan, sehingga tetap 217 orang atau sebesar 64,97 persen. Sama halnya dengan kasus meninggal tidak ada penambahan, yakni tetap sebanyak lima orang atau 1,49 persen. Sedangkan untuk pasien yang menjalani perawatan, isolasi, maupun karantina sebanyak 112 orang atau 33,53 persen.
Untuk kasus baru sendiri, jelasnya, terdiri dari Kabupaten Kolaka Utara sebanyak satu orang, yakni laki-laki (41). Dimana, pasien tersebut masuk dalam PDP dengan keluhan pernapasan dan merupakan pasien kontak erat atau rekan kerja dari dua kasus Kolaka terakhir. Keadaan pasien saat ini, relatif kurang baik dan sedang dipertimbangkan untuk dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sultra.
Sambung Rabiul Awal, untuk kasus baru kedua, berasal dari Kota Kendari, yakni wanita (56), dimana pasien ini merupakan PDP dengan keluhan pernapasan. Akan tetapi saat ini, keadaan pasien sudah membaik serta stabil.
"Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa kasus Covid-19 masih terus berfluktuasi. Ini menandakan bahwa transmisi atau penularan masih berlangsung. Oleh karena itu, dalam menjalankan setiap aktifitas produktif atau dalam pelayanan, kepada masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan. Dalam hal ini, selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan sering-sering cuci tangan," tegasnya.
Rabiul Awal juga menghimbau kepada seluruh jajaran Gugus Tugas Provinsi maupun kabupaten/kota untuk terus agresif dalam edukasi pencegahan, penelusuran, maupun deteksi diri di daerahnya masing-masing. Sehingga trend baik yang sudah dicapai tetap bisa dipertahankan.