Berita Terkini
Sultra

Putuskan Penyebaran Covid-19, BPP Kendari Serahkan Masker dan Disinfektan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 24 Juni 2020 14:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Putuskan Penyebaran Covid-19, BPP Kendari Serahkan Masker dan Disinfektan
Sekretaris Provinsi Sultra, La Ode Ahmad PB menerima bantuan logistik penanganan Covid-19 dari Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari

PUBLIKSATU, KENDARI - Untuk memutus penyebaran Virus Corona di Sulawesi Tenggara, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) Kendari, menyerahkan sebanyak 7.000 masker dan 1.000 liter cairan disinfektan kepada Pemerintah Provinsi Sultra.

Bantuan ribuan logistik penanganan Covid-19 itu diterima langsung Pj Sekretaris Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Ahmad PB di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Selasa (23/6). "Semoga bantuan disinfektan serta ribuan masker ini dapat membantu masyarakat serta bisa memutuskan rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara," ujar Sekrov Sultra, La Ode Ahmad PB.

Di tempat yang sama, Kepala BPP Kendari, Dra Andi Asriani Koke MM, menungkapkan hal yang sama. "Mudah-mudahan masker dan dinsifektan ini bisa bermanfaat, khususnya untuk masyarakat Sulawesi Tenggara, dalam rangka memutuska rantai penyebaran Covid-19. Hari ini kami serahkan sebanyak 7.000 masker dan cairan dinsifektan sebanyak 1.000 liter," bebernya.

Dijelaskan, disinfektan dan masker tersebut merupakan produk sendiri. Saat ini, pihaknya sudah memproduksi sebanyak puluhan ribu dan yang sudah selesai sampai saat ini sebanyak dari 40.000 fisis dan sudah dibagikan di berbagai daerah.

"Kemarin, baru saja kita pulang dari Sulawesi Barat, dimama kami telah serahkan kepada Gubernur Sulawesi Barat sebanyak 5.000 fisis dan dinsifektan juga 1.000 liter. Karena wilayahnya kami tinggal di Sulawesi Tenggara, tentunya di sini lebih menjadi skala prioritas. Kami juga sudah menyalurkan kepada Bapak Walikota Kendari sebanyak 6.000 fisis dan dinsifektan bulan kemarin serta bergandengan sekaligus dinsifektan dengan masker," ulas Andi Ariani.

Tambah Andi Ariani, jadi bukan hanya masker yang diproduksi, namun cairan disinfektan juga diproduksi untuk penyemprotan ruangan sebagai upaya steril ruangannya. Serta sejauh ini yang diproduksi di Sultara sudah sebanyak 44.000.

"Sampai saat ini sudah sebanyak 44.000 kita produksi, ini untuk dibagikan di wilayah kerja kami sebanyak sepuluh provinsi seluruh Indonesia Timur. Diantara 10 wilayah kerja kami, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara kemudian Papua dan Papua Barat dan Maluku, Maluku Utara," tutupnya. (publiksatu)

Bagikan