Berita Terkini
Sultra

Perekat Kepton Nilai Pembakaran Replika Pocong "Ali Mazi" Barbar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 27 Juni 2020 14:40 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Perekat Kepton Nilai Pembakaran Replika Pocong "Ali Mazi" Barbar
Kalangan Akademisi Perkerabatan Masyarakat Kepulauan Buton (Perekat Kepton) saat melakukan pertemuan

PUBLIKSATU, KENDARI - Kalangan akademisi perkerabatan masyarakat Kepulauan Buton (Perekat Kepton) menilai pembakaran replika pocong bertuliskan "Ali Mazi" adalah tindakan yang arbitrer, bar-barian, koersif, liar, inskonstitusional.

Tindakan tersebut hanya layak dilakukan oleh mereka yang tidak mengenal etika, moralitas dan peradaban. Serta kesemuanya itu telah mencoreng nilai demokrasi, melintasi batas-batas kebebasan bertindak dan secara gamblang melanggar nilai hak asasi manusia itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan salah satu kalangan perkerabatan Masyarakat Kepulauan Buton, Edy Darwin Ismail, Jumat (26/6).

"Dalam iklim dan suasana seperti ini, secara sederhana kami mendorong upaya konstruktif untuk menempuh jalan yang realistis, reliabel, dan logis demi mereduksi semua tingkat dan akibat destruktif dari pebuatan yang layak disesalkan itu. Apakah itu berwujud pada permohonan maaf atau mediasi lain, maka itu sepenuhnya dibicarakan pada hal yang berbeda dan terpisah dari tempat ini," jelasnya.

Sambungnya, untuk masalah yang dianggap sensitif dan krusial seperti pembakaran replika pocong yang bertuliskan "Ali Mazi" penting untuk disampaikan, keluarga besar Bapak Ali Mazi di Sultra, khususnya Kendari telah mengecam keras (dan pada derajat yang terukur telah mengutuk perbuatan pembuatan replika dan pembakaran tersebut.

"Oleh karena itu, kami meminta pada pihak kepolisian untuk melakukan tindakan hukum pada pelakunya. Jika hal itu terabaikan, maka pada awal pekan depan ini, tidak bisa dihentikan bahwa ada ratusan bahkan ribuan orang Buton dan Kepulauan akan bergerak, dan tidak bisa dibayangkan demi meminta kejelasan dari pihak aparat atau otoritas terkait sesegera mungkin untuk mengambil langkah tindakan pengusutan menurut yuridiksi-legal terhadap pelaku pembuatan dan pembakaran replika pocong tersebut," tandasnya.

Tambahnya, juga keluarga besar Ali Mazi turunan pahlawan nasional Oputa Yi Koo, merasa terusik pada tindakan naif disertai perundungan tersebut. Juga tersinggung pada ungkapan sarkastik dan pejoratif yang mengiringi perilaku brutal dan kekanak-kanakan tersebut, terhadap subyek yang dianggap tidak hanya sebagai ikon, simbol dan tokoh. Akan tetapi juga merupakan representasi identitas, sejarah panjang dan marwah masyarakat Buton.

Bagikan