Bulog Sultra Jual Komoditi Via Online
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Perusahaan Umum (Perum) Badan Usaha Logistik (Bulog) Sultra menghadirkan penawaran menarik di Bulan Juli 2020, berupa penjualan komoditi secara online melalui Tokopedia dan Grab Express.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Komersial Bulog Sultra, Muh Abdan Djarmin saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (17/7)
"Penawaran pada Bulan Juli yang dikeluarkan Bulog untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa dalam menjual komoditi Bulog tidak hanya berdiam diri serta menunggu masyarakat datang ke kantor dalam melakukan pembelian. Apalagi saat ini penggunaan gadget di masyarakat semakin tinggi, ditambah lagi kondisi pandemi masih terus berlangsung yang mengharuskan masyarakat lebih menghabiskan waktu dirumah," jelasnya.
Lanjutnya, melihat fenomena ini, pihaknya menggagas ide untuk memudahkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan tanpa harus meninggalkan rumah, dalam hal ini melalui via online.
"Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah sewajarnya Bulog memberikan dampak positf kepada masyarakat. Salah satu caranya, dengan memberikan pelayanan pembelian komoditi secara online untuk memudahkan masyarakat. Untuk komoditi yang ditawarkan dalam penawaran Juli ini, banyak jenisnya. Mulai dari Beras Premium, Medium, Beras Bervitamin, Gula Pasir, Tepung Terigu, Minyak Goreng, Margarin dan Daging. Dengan harga lebih murah bila dibandingkan harga ditempat lain," imbuhnya.
Sambungnya, sejak awal launching di awal bulan Juli dan benar-benar memperkenalkan kepada masyarakat di hingga ditanggal 16 Juli 2020, masyarakat pun menyambut baik hingga saat ini. Sampai saat ini, sudah ada sebanyak 109 pesanan yang diterima Bulog bahkan dari kota Baubau juga ada yang melakukan pemesanan.
"Untuk penawaran tersebut akan berakhir pada 31 Juli 2020, Kedepannya pun Bulog Sultra masih akan menghadirkan hal baru untuk terus membantu dan memudahkan masyarakat. Kami mendorong masyarakat untuk melakukan pembelian secara online, disamping lebih mudah, juga lebih aman mengingat saat ini pandemi belum benar-benar berakhir," pungkasnya. (publiksatu)