Tangkal Radikalisme, BEM UHO Gandeng Pemprov Gelar FGD

PUBLIKSATU, KENDARI - Radikalisme telah meracuni berbagai aspek kehidupan tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Bermacam cara radikalisme masuk, mulai dari sosial media, buku bacaan, maupun aktivitas kemahasiswaan. Untuk itu mahasiswa diminta tetap waspada dengan aksi radikalisme dan terorisme di tengah proses upaya pencegahan wabah Virus Corona atau Covid-19.
Sebagai langkah antisipasi dan menangkal radikalisme, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Haluoleo (UHO) menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar Focus Group Discussion (FGD), bertajuk "Menangkal Radikalisme Pada Kalangan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19" yang bertempat di Aula Fakultas Hukum UHO dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing, Senin (27/7).
Dekan Fakultas Hukum UHO Herman mengatakan, tanggung jawab merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah kewajiban semua elemen masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa, tentang paham radikalisme yang mengancam pada kesatuan dan untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme.
"Sebagai institusi pendidikan berkewajiban menanamkan nilai pancasila dan pentingnya persatuan, kesatuan di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas akademika dalam berkerjasama dan sinergis semua instansi sangat dibutuhkan," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sultra, H Andi Muh Toaso mewakili Kepala Badan Kesbangpol Sultra Parinringi dalam materinya memaparkan, terorisme, radikalisme dan deradikalisasi di Indonesia, harus dibasmi tuntas. Oleh sebab itu, mahasiswa terlebih dulu perlu pemahaman terkait gerakan berbahaya itu.
"Berdasarkan Maklumat MUI, terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, ancaman terhadap keamanaan, perdamaian dunia, serta merugikan kesejahteraan masyarakat," urainya.
Sambungnya, sedangkan radikalisme adalah kerelaan yang semakin tumbuh berkembang, untuk mengadakan atau mendukung perubahan yang sulit dijangkau dalam masyarakat.