Ditengah Masa Transisi New Normal, Syahrul Said: Pemerintah Wajib Perhatikan Pendidikan
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam masa transisi tatanan kehidupan baru (New Normal) untuk mengefektifkan sembelajaran ditengah pandemi Covid-19, pemerintah wajib hadir dalam memberikan inovasi terhadap peningkatan pola pendidikan serta menaikan intensif guru.
Hal tersebut diungkapkan oleh sala seorang Anggota DPRD Provinsi Sultra daerah pemilihan (Dapil) 4, Syahrul Said SSos. "Pemerintah wajib hadir dalam meningkatkan mutu pendidikan, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan intensive guru honorer Guru dimasa transisi New Normal serta Paskah New Normal," tegas Syahrul Said.
Sambung pria yang akrab disapa Arul, mengenai peningkatan mutu pendidikan di sekolah dimasa Pandemi Covid-19, pemerintah harus hadir. Pemerintah harus andil dengan kebijakannya dalam mendukung semua inovasi pendidikan dilingkungan sekolah agar program belajar mengajar (PBM) disekolah lebih efektif serta mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
"Juga lebih memperhatikan dan menaikan gaji serta intensif Guru khusunya guru honorer. Ini demi menunjang serta meningkatkan produktivitas guru dalam memberikan pelajaran dan pemahaman kepada siswa dan siswi, untuk membentuk karakter serta mencetak generasi penerus bangsa yang matang, inovasi, kereatif, serta bisa membangun bangsa dan negara dimasa yang akan datang," jelasnya.
Tambahnya, akan tetapi peningkatan mutu pendidikan serta hadirnya Pemerintah di masa transisi New Normal serta Pandemi Covid-19, haruslah tidak meninggalkan Protokol Kesehatan dalam hal ini selalu menjaga jarak, menjaga kebersihan (rajin mencuci tangan) serta selalu memakai masker dan menghindari kerumunan.
"Penekanan Protokol Kesehatan ditengah pandemi Covid-19 memasuki masa transisi New Normal, sangat perlu demi memutuskan penyebaran yang tidak terkontrol khususnya dilingkungan pendidikan. Serta inovasi dan kreativitas guru dalam mengajar ditengah pandemi Covid-19, sangat diperlukan demi peningkatan mutu pendidikan. Sehingga dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter mempunyai visi dan misi dalam membangun bangsa Indonesia dimasa yang akan datang," pungkasnya. (publiksatu)