HMI Gelar Unjuk Rasa, Minta Posko Penanganan Covid-19 Buton Diaktifkan

PUBLIKSATU - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukun aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Buton, Senin (10/8/2020).
Ada banyak poin tuntutan para demonstran. Diantaranya masalah transparansi anggaran covid-19. Mereka menilai, tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menghadapi pandemi virus corona. Namun, insentif yang dapatkan tidak sebanding dengan resiko yang mereka hadapi.
Selain itu, mereka juga mengharapkan dalam penanganan virus corona, gugus tugas sekiranya meninjau kembali pembubaran tujuh posko di setiap pintu masuk Kabupaten Buton.
Unjuk rasa HMI ini, diterima langsung asisten dua pemkab Buton, Tohir bersama, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Wa Ode Kiana Fardiah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton, Manafu dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton, Ahmad Mulia.
Menanggapi tuntutan ini, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Wa Ode Kiana Fardiah mengaku akan menyampaikan aspirasi ini kepada kepala dinas kesehatan.
"Kalau tentang menyangkut posko tujuh posko itu di tarik itu saya akan bertemu dengan kepala dinas kesehatan," ujarnya.
"Penarikan posko dari pengamatan saya. Posko-posko yang ada di tujuh titik itu ditarik saya menilai kemungkinan pimpinan menilai karena sudah tidak efektif. Karena didalam wilayah kabupaten Buton itu sudah terjadi satu penularan," imbuhnya.