Buteng

Dinas PMD Usulkan Anggaran Pilkades 16 Desa 2020 Rp 1,5 M, Sama dengan Pilkades 35 Desa 2019

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 7 September 2020 15:05 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dinas PMD Usulkan Anggaran Pilkades 16 Desa 2020 Rp 1,5 M, Sama dengan Pilkades 35 Desa 2019
Armin

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Buton Tengah (Buteng) 2019 lalu yang diikuti 35 desa menelan anggaran APBD sebanyak Rp 1,5 miliar. Pilkades 2020 ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buteng mengusulkan anggarannya dengan besaran yang sama, padahal hanya diikuti 16 desa saja.

Kadis PMD Kabupaten Buteng, Armin, mengaku sudah mengkalkulasi anggaran Pilkades serentak 2020 dan telah menyiapkan proposalnya untuk diajukan pada pembahasan anggaran APBD Perubahan nanti. "Besaran anggarannya itu kita samakan dengan anggaran Pilkades 2019 lalu sebanyak Rp 1,5 miliar," ungkapnya ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/9).

Ditanya, kenapa besaran anggarannya disamakan? Padahal peserta Pilkades serentak 2019 sebanyak 35 desa, lebih banyak dari pada peserta Pilkades 2020 yang hanya diikuti 16 desa? Pria asal Kecamatan Mawasangka ini mengatakan, penyelenggaraan Pilkades ditengah pandemi Covid-19 menjadi alasan mahalnya Pilkades serentak 2020.

"Yang kasih mahal itu ada belanja Alat Pelindung Diri (APD) bagi panitia penyelenggara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kita harus siapkan alat pengukur suhu tubuh untuk memeriksa setiap warga yang akan mencoblos, menyiapkan hand sanitizer, Wastafel portabel (tempat cuci tangan) diluar TPS, hingga menyiapkan masker," papar Armin.

Ia berharap, alasan itu dapat diterima DPRD pada pengajuan anggaran Pilkades 2020 pada APBD Perubahan nanti. "Kita semua dituntut untuk menerapkan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk memutus penyebaran Covid-19, termasuk Pilkades 2020 yang akan kita gelar pertengahan Desember nanti," tutur Armin.

Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah menjadwalkan pencoblosan Pilkades serentak 2020 dilaksanakan Oktober atau November. Namun, karena ada perintaha dari Mendagri untuk menunda Pilkades hingga selesai Pilkada serentak yang dihelat 9 Desember, maka pencoblosan Pilkades dijadwalkan lagi pertengahan Desember.

Untuk diketahui, 16 desa yang ikut Pilkades serentak pertengahan Desember nanti yakni Desa Tolandona Matanaeo (Kecamatan Sangia Wambulu), Desa Wadiabero, Desa Rahia, Desa Wakeakea, Desa Waliko, dan Desa Walando (Kecamatan Gu), Desa Mone (Kecamatan Lakudo), Desa Lanto (Kecamatan Mawasangka Tengah).

Bagikan