Berita Terkini
Buton

WNI Asal Buton Tewas Dalam Kontak Senjata di Filipina

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 2 Oktober 2020 04:09 WIB · 1 menit baca
WNI Asal Buton Tewas Dalam Kontak Senjata di Filipina

PUBLIKSATU, BUTON - Kontak senjata yang melibatkan antara aparat keamanan Filipina dan kelompok Abu sayyaf yang terjadi di Kota Patikul Provinsi Sulu kembali terjadi. Akibat kontak senjata tersebut, satu orang sandera kelompok Abu Sayyaf yang merupakan seorang WNI yang berasal dari Desa Kamelanta, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) inisial LB (32) meninggal dunia.

Menteri Luar Negri, Retno Marsudi mengatakan pada Rabu pukul 08.00 waktu setempat, jenazah telah diterbangkan dari Sulu ke Zamboanga dengan pesawat militer Filipina, kemudian dibawa langsung ke rumah duka Zamboanga.

“Atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya WNI tersebut,” kata Menteri Retno dalam pengarahan media secara virtual, Rabu (01/10/2020).

LB adalah salah satu dari lima WNI yang diculik saat sedang menangkap ikan menggunakan kapal kayu di perairan Lahad Datu, Malaysia, 16 Januari.

LB (32) kemudian dibawa oleh enam orang bertopeng yang menculik mereka menuju perairan Filipina, menurut laporan kepolisian maritim Lahad Datu.

WNI asal Buton, Sulawesi Tenggara, itu disandera bersama empat rekannya, yaitu Arsyad bin Dahlan (42), Arizal Kastamiran (29), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53).

“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan otoritas Filipina mengenai nasib empat sandera lainnya,” kata Retno.