Gerakan Menuju Smart City, Buton Masuk Penilaian
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton mengikuti penilaian (assessment) dalam rangka program Gerakan Menuju Smart City. Dalam penilaian ini, Sekretaris Kabupaten Buton, La Ode Zilfar Djafar memaparkan persiapan Buton Smart City kepada Kemenkominfo Republik Indonesia lewat ruang virtual Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton, Gedung B, Lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Jumat (2/10/2020).
Sekretaris Kabupaten Buton, La Ode Zilfar Djafar berharap gerakan menuju Smart City ini juga ikut dikembangkan di Kabupaten Buton.
Sebab, kata dia, selain memiliki banyak destinasi wisata, Buton juga masih memiliki banyak daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan telekomunikasi.
"Karena ini sangat, merupakan kebutuhan mutlak. Karena kita punya potensi wisata dan juga banyak daerah-daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh sistem seluler," ujar dia kepada Publiksatu.co usai mengikuti penilaian.
Berbekal itu, dalam pemaparannya, Zilfar menyarankan Kementrian Kominfo sekiranya dapat membantu mewujudkan Buton Smart City. Mengingat, daerah penghasil aspal ini, masuk sebagai daerah penunjang Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional, di Kabupaten Wakatobi.
"Sehingga kami sarankan Kementerian Kominfo itu bisa membantu kami. Apa lagi Buton punya potensi wisata yang banyak. Apa lagi juga bahwa sepuluh destinasi di Indonesia, Wakatobi dan sekitarnya. Dan wilayah yang paling dekat dengan Wakatobi itu adalah Kabupaten Buton," ujarnya.
Zilfar mengaku dalam rangka menuju gerakan Smart City ini, Buton belum memiliki grand design. Hanya saja, dalam rangka pelayanan masyarakat, sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Buton telah menggunakan sistem aplikasi.