Berita Terkini
Buteng

Bantuan Katinting Diduga Bermasalah, Kades Lowu-Lowu "Seret" TPK Desa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 18 November 2020 03:22 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bantuan Katinting Diduga Bermasalah, Kades Lowu-Lowu "Seret" TPK Desa

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Penyaluran bantuan 36 unit Katinting nelayan di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Bantuan yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2020 itu diduga bermasalah, karena spesifikasi dan jenis mesin tidak sesuai dengan kesepakatan dalam musyawarah desa sebelumnya.

Persoalan itu kemudian diadukan para nelayan penerima bantuan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Inspektorat, selanjutnya dilaporkan kepada Bupati Buteng H Samahuddin di Rumah Jabatannya, Selasa (17/11/2020).

"Pengadaan Katinting Viber yang diperuntukan kepada kami, tidak sesuai dengan hasil Musdes yakni harus sama dengan bantuan 2019 sebagai bantuan lanjutan. Sekarang ini beda, tidak sesuai spesifikasi awal tujuh meter.

Selain itu tidak ada tulangnya, sehingga mudah oleng dan gampang terbalik," beber salah satu penerima bantuan

La Iwa, kepada sejumlah media usai melapor bersama rekan-rekannya.

Tak hanya bentuk body perahu, La Iwa dan rekan-rekannya juga mempermasalahkan mesin Katinting. Dalam Musdes, masyarakat meminta mesin Honda Thailand harga Rp 5,5, juta. Namun rupanya Pemdes Lowu-Lowu membeli mesin merk China harga Rp 3 juta lebih.

"Pengalaman kami yang sering melaut, mesin merk China kalau sudah jauh berlayar dan panas akan langsung mati. Beda dengan mesin Honda atau Yamaha, semakin panas mesin semakin bagus jalannya," tukas Iwa.

Dengan kondisi tersebut, ia dan rekan-rekannya menolak menandatangani penyerahan bantuan Katinting Viber dari Pemdes Lowu-Lowu, karena dinilai tidak berkualitas dan tidak nyaman dipakai serta sangat beresiko bagi keselamatan saat melaut.

"Sebenarnya, kami menawarkan solusi juga untuk memperbaiki body perahu dengan menambahkan ketebalan dan tulang perahu, yang penting pemerintah desa menyiapkan bahannya. Tapi, mereka tidak mau dan tidak ada solusi lain. Malah, kami diancam bantuan akan ditarik," tuturnya.

Bagikan