Menyoal CSR dan Belt Conveyor Antam, Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD Kolaka
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA -- Puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Himpunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Indonesia (HIPPMA) Kolaka Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kolaka, Senin (7/12/2020).
Aksi yang dimotori Ramadhan tersebut kembali menyoroti alokasi anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dan indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan belt conveyor pada UBPN Sultra di Pomalaa.
Dalam orasinya, Ramadhan dan peserta aksi unjuk rasa lainnya menyatakan bahwa selama puluhan tahun PT Antam belum pernah sekali pun terbuka dalam hal penggunaan anggaran CSR.
"Sampai hari ini masyarakat Kolaka sama sekali belum pernah mengetahui berapa sebenarnya nominal CSR setiap tahun," ungkap Ramadhan dalam orasinya.
Selain nilai nominal kata Ramadhan, Antam tidak pernah sekali pun membuka data sebenarnya terkait penerima dan kegiatan apa saja yang biaya dari anggaran CSR.
Tidak hanya menyoroti nilai nominal dan sasaran pendanaan CSR, HIPPMA juga mempertanyakan indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan Belt Conveyor serta proses pengadaan karyawan pada Antam UBPN Sultra.
Menurut HIPPMA, indikasi kerugian korporasi pada pembangunan belt conveyor sangat besar. Dan karena Antam adalah milik BUMN maka negara merugi hingga ratusan miliar.