Busel

Ubah Ubi Kayu Jadi Tepung Mocaf, Strategi Kades Lampanairi Bangkit Dari Pandemi Covid-19

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 25 Januari 2021 16:43 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Ubah Ubi Kayu Jadi Tepung Mocaf, Strategi Kades Lampanairi Bangkit Dari Pandemi Covid-19

PANDEMI Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia ikut berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu setiap masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk kembali membangkitkan ekonomi pasca pandemi.

Menjawab kehidupan yang semakin sulit. Apalagi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Lampanairi, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, terus berusaha menghidupkan ekonomi kreatif masyarakatnya. Dengan dana desa (DD) Tahun Anggaran 2020, Pemdes Lamapanairi menciptakan lapangan kerja dengan memproduksi ubi kayu menjadi tepung Mocaf.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Pemdes untuk memproduksi tepung Mocaf ini yaitu dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan melakukan kolaborasi dengan masyarakat setempat. Di mana sebagian besar masyarakat setempat melakukan perkebunan ubi kayu.

Kolaborasi yang dimaksud yaitu masyarakat cukup menyiapkan hasil tanamannya, dan perangkat desa akan membeli hasil tanaman tersebut untuk di molah menjadi tepung Mocaf.

Ditemui didesanya, La Ode Syarifudin yang merupakan Kepala Desa Lampanairi menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi kreatif ini merupakan jawaban dari setiap tantangan yang menerpa masyarakat.

Terbukti, usia produksi Mocaf baru seumur jagung, namun pemasaran dari tepung Mocaf ini sudah menjelajah nusantara. Mulai dari Kalimantan, Maluku hingga Papua. Ini dapat menunjukan bahwa pandemi bukanlah sebuah penghalang untuk mendapatkan penghasilan.

"Jadi pemasaran dari tepung Mocaf ini sudah jelajahi nusantara, diantarnya di daerah Kalimantan, Maluku hingga Papua dan ditargetkan akan menejelajahi seluruh nusantara dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia,” jelasnya.

Bagikan