Pemakaian Kondom di Buton Terbilang Tinggi
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat, data pemakaian alat kontrasepsi atau yang biasa disebut Contraceptive Prevalence Rate (CPR) jenis kondom di Kabupaten Buton terbilang tinngi jika dibanding dengan pemakaian inplan, iud, pil dan suntik.
Sekretaris BKKBN Sultra, Drs. H. Jamaludim, M.A.P menjelaskan mengingat besarnya pemakaian alat kontrasepsi di Buton, Dinas Provinsi terus mengadakan stok kondom sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan alat kontrasepsi.
Lanjut, ia menjelaskan selain pemenuhan kebutuhan alat kontrasepsi, kata dia, tahun ini BKKBN mendapatkan tugas tambahan langsung dari presiden sebagai koordinator pelaksanaan penanganan penurunan stunting.
“Saat ini gubernur melalui Sekda sedang rapat pembentukan Pokja penurunan stunting," ujar dia saat menghadiri Pencanangan Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) tingkat Kabupaten Buton di Gedung Wakaka, Kecamatan Pasarwajo belum lama ini.
Olehnya itu, Jamaludim mengharapkan BKKBN kabupaten dapat memanfaatkan dana yang disampaikan sebaik-baiknya untuk mendukung program Bangga Kencana di daerah, dengan tetap memperhatikan petunjuk teknis.
Peliput: Agusrin